Apa Itu Manajemen Layanan Sistem Informasi??

Pertama-tama kita jabarkan satu persatu yaa…

komputer1

Manajemen itu apa??

secara umum memang memiliki banyak sudut pandang dan persepsi. tetapi secara garis besar pengertian manajemen adalah suatu proses dalam rangka mencapai tujuan dengan bekerja bersama melalui orang-orang dan sumber daya organisasi lainnya bisa juga disebut sebagai seni dalam mengelola dan mengatur. ada juga beberapa ahli yang mengemukakan artian manajemen loh.

manajemen menurut beberapa ahli, yakni sebagai berikut:

Mary Parker Follet, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi.

Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan,  pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien.

Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan  perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.

Lawrence A. Appley berpendapat bahwa pengertian manajemen merupakan keahlian untuk menggerakan orang agar melakukan sesuatu

George R. Terry, mengatakan bahwa manajemen merupakan proses yang khas yang terdiri dari tindakan-tindakan : perencanaan,  pengorganisasian, menggerkan dan pengawasan yang dialkukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumber daya manusia  serta sumber-sumber lain.

Dari beberapa pengertian di atas, dapat kita simpulkan bahwa manajemen adalah seni dalam mengatur sistem baik orang dan perangkat lain agar dapat berjalan dan bekerja sesuai dengan ketentuan dan tujuan entitas yang terdiri dari berbagai aktivitas sebagaimana disebutkan oleh George Terry.

 

Layanan itu apa?

 help-button

  • Layanan itu berasal dari kata layan yang pada kamus besar bahasa indonesia berarti 1. membantu menyiapkan (mengurus) apa-apa yang diperlukan seseorang; meladeni: para pembantu sibuk ~ tamu; 2. menerima (menyambut) ajakan (tantangan, serangan, dan sebagainya). layanan berarti, perihal atau cara melayani.
  • Menurut pandangan kita layanan adalah suatu tindakan sukarela dari satu pihak ke pihak lain dengan tujuan hanya sekedar membantu.atau adanya permintaan kepada pihak lain untuk memenuhi kebutuhannya secara sukarela.

menurut Tjiptono definisi layanan adalah kegiatan yang dilakukan perusahaan kepada pelanggan yang telah membeli produknya.2 Sedangkan menurut Barata bahwa suatu pelayanan akan terbentuk karena adanya proses pemberian layanan tertentu dari pihak penyedia layanan kepada pihak yang dilayani.

 

SISTEM INFORMASI?!

sistem informasi terdari dua kata, sistem  dan  informasi . pertama, kita harus tau, sistem itu apa. Sistem berasal dari Bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi untuk mencapai suatu tujuan. Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu set entitas yang berinteraksi, di mana suatu model matematika seringkali bisa dibua. sekarang, informasi itu apa yaa??

Informasi adalah pesan (ucapan atau ekspresi) atau kumpulan pesan yang terdiri dari order sekuens dari simbol, atau makna yang dapat ditafsirkan dari pesan atau kumpulan pesan. Informasi dapat direkam atau ditransmisikan. Hal ini dapat dicatat sebagai tanda-tanda, atau sebagai sinyalberdasarkan gelombang. Informasi adalah jenis acara yang mempengaruhi suatu negara dari sistem dinamis. Para konsep memiliki banyak arti lain dalam konteks yang berbeda. Informasi bisa di katakan sebagai pengetahuan yang didapatkan dari pembelajaran, pengalaman, atau instruksi . Namun, istilah ini memiliki banyak arti bergantung pada konteksnya, dan secara umum berhubungan erat dengan konsep seperti arti, pengetahuan, negentropy, persepsi, stimulus, komunikasi, kebenaran, representasi, dan rangasangan mental.

.

Dalam beberapa hal pengetahuan tentang peristiwa-peristiwa tertentu atau situasi yang telah dikumpulkan atau diterima melalui proses komunikasi, pengumpulan intelejen, ataupun didapatkan dari berita juga dinamakan informasi. Informasi yang berupa koleksi data dan fakta seringkali dinamakan informasi statistik. Dalam bidang ilmu komputer, informasi adalah data yang disimpan, diproses, atau ditransmisikan. Penelitian ini memfokuskan pada definisi informasi sebagai pengetahuan yang didapatkan dari pembelajaran, pengalaman, atau instruksi dan alirannya.

Informasi adalah data yang telah diberi makna melalui konteks. Sebagai contoh, dokumen berbentuk spreadsheet (semisal dari Microsoft Excel) seringkali digunakan untuk membuat informasi dari data yang ada di dalamnya. Laporan laba rugi dan neraca merupakan bentuk informasi, sementara angka-angka di dalamnya merupakan data yang telah diberi konteks sehingga menjadi punya makna dan manfaat.

(WIKIPEDIA)

JADI, SISTEM INFORMASI ADALAH….

adalah kombinasi dari Teknologi Informasi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi dan manajemen. Dalam arti yang sangat luas, istilah sistem informasi yang sering digunakan merujuk kepada interaksi antara orang, proses algoritmik, data, dan teknologi. Dalam pengertian ini, istilah ini digunakan untuk merujuk tidak hanya pada penggunaan organisasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK), tetapi juga untuk cara di mana orang berinteraksi dengan teknologi ini dalam mendukung proses bisnis.

 

KESIMPULANNYA…

Manajemen Layanan Sistem Informasi Adalah…

proses dimana untuk mencapai tujuan dengan menggunakan bantuan sistem berbasis teknologi untuk sebagai perantara dalam hal berbagi data/informasi untuk memajukan suatu usaha.

 

SEMOGA BERMANFAATlove-wallpaper-16

OMEGA CLOUD

SOFTWARE OMEGA CLOUD

 

POS 

Point Of Sale atau disingkat POS dapat diterjemahkan bebas menjadi sistem kasir, yaitu aktivitas yang ber-orientasi pada penjualan yang terjadi pada bidang usaha retail.  Mengapa POS ini menjadi terlihat sangat penting? Hal ini semata-mata adalah karena POS merupakan terminal tempat uang diterima dari pelanggan ke toko retail. Bagi pemilik usaha, uang masuk adalah indikator yang paling mudah untuk mengukur pendapatan, disebut dengan OMZET.
POS juga menjadi penting karena seiring dengan berkembangnya usaha, sistem kasir akan dijalankan bukan oleh pemilik, namun oleh karyawan. Karena itu pemilik wajib tahu apa yang dikerjakan oleh kasir, dan berapa uang yang didapatkan secara tepat.
Para pengusaha retail lama mungkin telah terbiasa dengan mesin kasir elektronik atau disebut Cash Register. Cash Register adalah sistem kasir sederhana yang bisa mengetahui omzet hari ini. Mesin ini juga bisa mengetahui aktivitas uang masuk oleh masing-masing karyawan kasir, jika dipakai oleh lebih dari satu orang.
Seiring dengan pesatnya perkembangan komputer, cash register mulai ditinggalkan dengan alasan sebagai berikut:
– Kapasitas penyimpanan terbatas
– Hanya dapat melakukan transaksi POS sederhana
– Tidak dapat digunakan untuk kepentingan lainnya
– Sistem POS terlalu sederhana. Kalaupun ada cash register yang mampu mendukung sistem stok (persediaan), harganya sangat mahal dibandingkan komputer
– Tidak dapat di upgrade. Misalnya tidak mendukung sistem Barcode. Kalaupun ada, harganya juga mahal.
– Biaya maintenance tinggi. Jika terjadi kerusakan modul, spare-part jarang tersedia dan harganya mahal.
Karena itu dewasa ini, sistem POS atau kasir telah digantikan oleh sistem komputer kasir. Walaupun tahap implementasi awal terlihat lebih rumit, namun fitur yang disediakan jauh melebihi cash register.
Saat ini cash register hanya cocok dipakai untuk counter-counter sederhana yang tidak mempunyai terlalu banyak barang. Misalnya depot di food court, open space counter di mall, atau usaha retail dengan frekuensi penjualan yang rendah. Satu-satunya keunggulan cash register adalah bentuknya yang compact dan mudah dipindah-pindah.
Software aplikasi transaksi Poin Of Sale
Pada dasarnya Poin Of Sale/POS adalah juga Cash Register,tapi berbeda dalam hardware yang digunakan.berikut sedikit penjelasan mengenai POS System Pada POS biasanya menggunakan perangkat Personal Computer/PC  sebagai media hardwarenya.Mengapa demikian? Karena PC  adalah tempat untuk menjalankan aplikasi Cash Register  yang dibuat menggunakan bahasa program tertentu yang berbasis  Windows atau Linux,nah karena basis OS nya itu maka dibutuhkan  PC yang sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan oleh software tersebut,
Bahasa program yang digunakan kebanyakan menggunakan  High level Language seperti Visual Basic ,Delphi dan lainnya yang membutuhkan system Database yang sangat fleksibel dalam ukuran dan Koneksinya.Karena itulah mengapa POS system sangat fleksibel dalam memenuhi kebutuhan penggunanya baik kebutuhan Fitur fungsi maupun laporan yang dihasilkan dibandingkan Cash register.
Dengan menggunakan PC sebagai media nya maka sudah dipastikan bahwa POS rentan terhadap serangan Virus,itu berlaku pada pengguna yang menggunakan Windows sebagai OS nya mungkin jika berbasis Linux relatif lebih aman dari virus (itu baru mungkin ,entah beberapa tahun kedepan….?) Selain Virus ,PC yang digunakan juga membutuhkan perangkat tambahan seperti Receipt Printer,Pole Display dan Cash Drawer,jadi harga hardwarenya harus di bundling dengan perangkat tersebut selain PC itu sendiri.Jadi konfigurasi dasar dari POS System adalah:
1.Hardware
-PC (bisa berbentuk Rakitan atau Built Up yang umumnya Touch screen)
-Mini Printer sebagai Receipt (bisa berupa Thermal atau Dot Matric Printer)
-Cash Drawer/Laci Uang
-Pole Display
2.Software
-Operating System (Windows ,Linux ,dll)
-Aplikasi POS System
Aplikasi POS System ini ada yang berupa Front End dan Back Office jadi satu dalam satu modul dan ada  pula yang terpisah ,jadi harga jual software aplikasi Pos nya secara modul per modul. Dilihat dari penggunan Hardware nya  maka wajar jika konsumsi daya listrik yang digunakan jauh lebih besar dari Cash Register yaitu antara 250-500 Watt.Bisa anda bayangkan Biaya yang dikeluarkan untuk kebutuhan penggunaan POS System.Meskipun anda menggunkan PC rakitan,tetap  saja biaya akan lebih besar daripada penggunaan Cash Register,silahkan anda hitung sendiri tapi ingat hitung dengan asumsi penggunaan jangka panjang ,bukan hanya pembelian awal saja.
Gejala yang timbul di pangguna sekarang  cendrung ke arah POS System,padahal kebanyakan dari pengguna itu tidak maksimal menggunakan fitur yang tersedia di POS System tersebut yang secara umum jika menggunakan Cash Registerpun sudah terpenuhi  jadi bisa dibilang hanya buat tampilan saja ……sangat sayang bukan?
Bagaimanakah cara kerja POS (Point Of sale )
Kebanyakan teknologi Point of Sale (POS) kini menggunakan sistem Cloud. Sistem yang memungkinkan pengguna untuk mengakses data dimanapun dan kapanpun pengguna berada dengan menggunakan akses internet. Jadi, seluruh komputer toko retail akan terhubung dengan komputer yang berada di pusat secara online (melalui internet). Kemudian komputer dari pusat akan mengintruksikan perintah perintah yang diinginkan seperti info promo, diskon, harga dasar sebelum diskon dan informasi – informasi lainnya kemudian informasi akan diteruskan ke semua komputer toko yang dimiliki oleh pengguna secara online. Disini komputer pusat dapat memantau aktivitas penjualan, status stock dan inventory, dll yang terjadi di masing masing cabang toko nya karena sistem mereka telah terhubung satu sama lain dengan bantuan internet (sistem Cloud).
Sistem Point of Sales sekarang ini banyak yang sudah di lengkapi dengan berbagai fitur, contohnya Software Point of Sales Online Omega POS Cloud, menggunakan software POS ini jelas lebih efisien di bandingkan menggunakan cash register. Barcode scanning dan layar transaksi menjadikan pencatatan penjualan jauh lebih mudah. Sistem ini tidak hanya memberikan laporan yang akurat dan lebih rinci pada transaksi harian, tetapi juga dapat melacak persediaan dengan cara yang lebih baik. Sistem Point of Sales dapat menunjukkan tren penjualan, didasarkan pada kebutuhan bisnis yang dapat diperkirakan. Berikut ini manfaat menggunakan sistem point of sales:

http://2.bp.blogspot.com/-ERlNXFD7Vw4/VJ_eJ9GTQkI/AAAAAAAAADo/TiNL25F3cH8/s1600/5598284050_16dce7512e_b.jpeg
  1.  Transaksi Dengan adanya perangkat lunak pembayaran dengan model Point of sale (POS) para pengusaha bisa memanfaatkan kartu debit atau kredit saat konsumen melakukan pembayaran langsung pada saat transaksi. Terminal POS secara elektronis terkoneksi ke bank milik si pengusaha/pemilik toko, yang pada gilirannya terkoneksi ke financial tracking system dunia. Fitur-fitur perangkat lunak Point of sale yang diperlukan dalam bisnis misalnya menampilkan transaksi dan menghitung pajak penjualan atau diskon. Perngkat lunak POS biasanya memiliki platform inventory-tracking yang bisa segera menghapus item dari inventori pada saat transaksi penjualan terjadi. Para pengusaha restoran/rumah makan bisa menggunakan program lainnya – misalnya aplikasi tracking tempat duduk tamu dan waiting list – yang diintegrasi dengan program aplikasi POS.
  2.  Berbasis-Internet Sistem POS yang berbasis-Internet biasa digunakan pada bisnis yang memiliki multi lokasi. Si pemilik bisa mengakses total harian pendapatan dari semua lokasi dari satu lokasi remote, juga dia bisa mengetahui penjualan harian. Pewaralaba dan pebisnis yang memiliki kantor-kantor satelit juga bisa melacak penjualan dengan sitem POS yang terkoneksi. Sitem POS bisa dikembangkan agar bisa berinteraksi dengan sitem akunting yang sudah ada untuk melacak pengeluaran, payroll dan jam kerja staf, inventori dan pendapatan. Aplikasi yang dimiliki oleh perusahaan seperti Merchant OS bisa melakukan back-up data tiap malam, unduh katalog supplier, melacak inventori dan pembelian konsumen serta melakukan pengiriman email berisi penawaran-penawaran khusus.
  3.  Perangkat Keras Counter-counter transaksi Point of sale harus bisa mencetak salinan struk pembelian untuk konsumen. Printer dot matrix dan printer thermal (yang memanfaatkan panas) tersedia untuk tujuan ini, namun printer thermal lebih mahal. Printer Thermal bisa mencetak lebih cepat, tidak berisik, dan lebih tahan lama karena lebih sedikit bagian-bagian yang perlu bergerak pada saat mencetak struk. Perusahaan yang memberi layanan pemrosesan kredit seharusnya menyediakan printer-printer ini. Cash drawer terkoneksi ke perangkat lunak POS dan biasanya diatur agar terbuka saat kasir mengakhiri proses transaksi. Cash drawer harus aman dan dibuka secara manual hanya oleh para manajer. Card reader juga terintegrasi dengan sistem POS agar konsumen bisa menggesekkan kartu kredit atau debit nya lalu memasukkan PIN. Card swipe reader umumnya dijual satu paket oleh bank penyedia jasa pemrosesan kredit. Sebagian besar perangkat keras POS juga menyertakan pemindai barcode agar kasir bisa secara elektronik menangkap harga item, yang secara otomatis dimasukkan ke program kendali transaksi dan inventori. Sebagian besar perangkat keras POS yang lain juga bisa dibeli secara terpisah sebagai peranti plug-and-play tambahan.
INTRUKSI MENGGUNAKAN PROGRAM APLIKASI POS [Point Of Sales]
1.      Masuk ke dalam program dengan menggunakan Login ID: admin dan Password: admin or ID: user Password: user (case sensitive password) (Login ID dan password ini sudah ada dalam program). Apabila Anda ingin mengganti password atau menambah User dan lain-lain dapat dilakukan dari menu  Utilities.
2.      Isi master Barang dan Pelanggan.Selanjutnya Anda bisa melakukan transaksi penjualan. Pada saat transaksi penjualan, Anda bisa menentukan sendiri harga barang yang dijual. Selisih dari harga barang dan harga jual barang akan dijadikan acuan untuk menghitung laba Penjualan.
3.      Untuk melihat Stok barang dapat dilakukan dari Master Barang.
4.      Anda bisa melihat semua data dari menu Reports. Diantaranya adalah jumlah  barang, jumlah data customer, stock alert dan sebagainya.
5.      Program akan  melakukan backup data secara otomatis di folder D:\BackupPOS(kalau drive D ada) setiap kali program dijalankan.
6.      Backup/Restore dapat juga dilakukan dari menu utilities (backup/restore to/from c:\program files\POS\Backup).
7.      Anda juga bisa melakukan Backup/Restore dari menu Utilities.
8.      Pada menu Utilities, Anda  bisa menghapus data penjualan dengan menjalankan End Year Process.
9.      Versi Trial Cuma bisa dipakai 30 hari.
Manfaat Point of Sale
Bila dibandingkan dengan mesin kasir konvensional yang hanya berfungsi untuk merekam transaksi penjualan, maka Point of Sale dengan fungsi yang lebih kompleks juga memiliki keunggulan tersendiri. Diantaranya adalah sebagai berikut :
1.      Fitur yang lengkap dengan fungsi maksimal
Fitur yang disediakan oleh POS tak sebatas menghitung transaksi penjualan atau mencetak struk. Fitur yang didapat antara lain transaksi jual dan beli, manajemen pajak dan diskon, manajemen inventory dan gudang, order pembelian (purchase order), manajemen akuntansi, laporan performa toko dsb.
2.      Efisiensi kerja
Fitur POS dapat membuat operasional toko retail berjalan lebih cepat. Sebagai contoh, kasir tak perlu menginput data harga secara manual lagi karena data telah tersimpan di database komputer sebelumnya. Selain itu, data yang telah diinput kasir secara sistematis akan langsung terintegrasi ke server pusat sehingga memudahkan perusahaan untuk mengetahui detail penjualan tanpa perlu repot repot setiap hari memonitor toko.
3.      Mengurangi human error
Kesalahan penghitungan yang biasa dilakukan secara manual dapat diminimalisir dengan kehadiran POS. Contohnya ketika pembeli menggunakan voucher ketika berbelanja, ditambah dengan potongan diskon, kolom dan perhitungan harga akan secara otomatis muncul di POS. Kasir tinggal menginput nominal voucher dan juga diskon, secara otomatis sitem POS akan menampilkan total harga yang harus dibayar pembeli.
4.      Meningkatkan citra perusahaan
Menggunakan mesin kasir berbasis komputerisasi tentu akan meningkatkan prestige dan juga citra perusahaan karena masyarakat akan menilai bahwa pengelolaan usaha dilakukan secara professional yakni dengan menggunakan teknologi terkini.
5.      Melacak Setiap Transaksi
Sistem Point of Sales memiliki scanner barcode, yang berarti setiap transaksi dapat segera terekam, dan memastikan setiap barang dijual dengan harga yang tepat. Tidak ada yang tidak terdeteksi oleh Sistem Point of Sales. Jumlah total tagihan juga dihitung dengan benar sampai ke rupiah terakhir.
Segera setelah penjualan dilakukan, item yang terjual akan ditandai di bagian persediaan. Akibatnya, bukan hanya pelacakan penjualan saja yang dapat dilakukan secara akurat, tetapi juga pengendalian persediaan produk yang tepat dilakukan secara bersamaan. Ini memecahkan masalah persediaan produk yang tidak sesuai dengan penghitungan. Pengecer kawakan sering mengalami frustrasi ketika catatan perseedian sepertinya tidak pernah pas dengan stok yang ada. Sebuah sistem POS dapat melacak semua celah, dan menentukan penyebab di balik angka-angka yang tidak cocok.
6.      Melacak Mark-down dengan benar
Mark-down (penurunan harga) biasanya dilakukan ketika bisnis ingin menarik dan mempertahankan pelanggan. Setiap perubahan harga melalui diskon, penawaran khusus, promosi, kupon, atau cara lain akan membutuhkan sistem POS untuk melacak mereka. Markdown ini juga dilakukan ketika bisnis ingin membersihkan stok sebelum menjadi usang, atau menggantinya dengan stok baru.
Manajemen penurunan harga membutuhkan informasi yang tepat dari semua elemen dasar seperti tingkat persediaan, volume penjualan rata-rata, elastisitas harga, nilai sisa, dan kerangka waktu dimana produk harus dijual. Semua angka-angka ini dicari oleh sistem POS, dan harga penurunan harga yang tepat untuk setiap produk yang perlu dipindahkan dari persediaan cepat dihitung.
7.      Mengotomatiskan Semua Fungsi
Semua fungsi yang diperlukan untuk dilakukan setiap hari oleh sistem POS akan dilakukan secara otomatis. Tidak adanya seorang karyawan tidak akan mengurangi efisiensi sistem POS. Oleh karena itu, tidak peduli di mana bos berada, atau jika operator sistem POS sedang libur. Selama operator yang menggantikan tahu bagaimana menggunakan sistem, bisnis tetap akan berjalan lancar.
Beberapa manfaat lain sistem POS adalah:
– Sistem Point of Sales dapat merekam informasi seperti ulang tahun, peringatan atau tonggak penting lainnya, sehingga surat dapat dikirim tepat waktu untuk mengucapkan selamat kepada pelanggan. Langkah ini meningkatkan hubungan dengan pelanggan.
– Jika ada perbedaan dalam tagihan atau produk yang dijual, pelanggan dapat mengunjungi toko tanpa dokumen. Sistem ini dapat dengan mudah memperoleh informasi apapun, karena semua informasi tersebut tersimpan.
– Scanner magnetik melekat menjadikan ‘pembayaran dengan kartu’ prosesnya lebih mudah.
– Laporan ‘stok rendah’ dan ‘pesanan pembelian’ dibuat secara otomatis dengan cukup lead time untuk menerima pesanan.
– Jika bisnis memiliki Point of Sale serta metode pemrosesan order ( pesanan grosir), keduanya dapat diintegrasikan dengan satu sistem POS.
– Kontrol yang lebih besar pada integritas dapat dipraktekkan karena setiap karyawan hanya dapat memiliki akses / akun yang dilindungi password nya. Selain itu, karyawan tidak memiliki akses ke server, yang berarti bahwa mereka hanya dapat memasukkan data, tetapi tidak bisa mengedit.
Software Point of Sales Online Omega POS Cloud
Omega Cloud POS, adalah software point of sale online (online POS software), yang menggunakan layanan cloud computing 1.0, dari Omegasoft. Dan dengan menggunakan software online Omega Cloud POS, maka setiap aktifitas point of sale, kendali, hingga pengawasan bisnis secara penuh, bisa kita lakukan secara mobile, online, realtime, dan aman. Software Omega Cloud POS, siap dan bisa digunakan, untuk 2 kategori bisnis, yaitu: sebagai software bisnis retail, serta sebagai sebuah software bisnis makanan dan minuman.

Sistem akuntansi Cloud dapat didefinisikan sebagai sistem akuntansi online di mana informasi berupa file-file akuntasi disimpan secara online di pusat data dan dapat diakses melalui perangkat apapun yang terintegrasi dengan internet. Ringkasnya, anda bisa menyimpan, mengirimkan, atau menunjukkan file akuntansi tersebut kepada orang lain di lokasi yang jauh sekalipun. Anda pun bisa memberi kebebasan kepada rekan anda untuk mengakses laporan keuangan yang tersimpan di internet tersebut asalkan rekan anda tadi memiliki akses untuk informasi akuntasi tersebut. Selain itu sistem cloud juga mempermudah anda untuk memperoleh informasi dari pengguna laporan lain untuk mengirimkan/ mengupload laporan keuangan secara online. Proses akuntasi dengan sistem ini jelas sangat mudah, cepat, efisien, dan hemat biaya. Jika anda peduli dengan efisiensi anda perlu memikirkan hal ini sebagai teknologi yang dapat menguntungkan proses perhitungan akuntansi anda. Apalagi di zaman internet masa kini di mana segala hal dituntut untuk semakin cepat dan produktivitas semakin tinggi, maka tidak ada salahnya anda mulai memikirkan sistem cloud sebagai teknologi alternatif dalam menyusun neraca keuangan bisnis anda.

https://moniccaester.files.wordpress.com/2016/06/fceba-omega-pos-checkout.jpg
Software Point Of Sales Online Omega Pos Cloud memperkenalkan inovasi tekhnologi terbaru yaitu Omega Cloud POS, adalah software point of sale online (online POS software), yang menggunakan layanan cloud computing 1.0, dari Omegasoft. Dan dengan menggunakan software online Omega Cloud POS, maka setiap aktifitas point of sale, kendali, hingga pengawasan bisnis secara penuh, bisa kita lakukan secara mobile, online, realtime, dan aman. Software Omega Cloud POS, siap dan bisa digunakan, untuk 2 kategori bisnis, yaitu: sebagai software bisnis retail, serta sebagai sebuah software bisnis makanan dan minuman.
software point of sales online omega pos cloud
Merampingkan proses checkout ritel bagi karyawan dan pelanggan. Titik tembaga penjualan software (POS) menyediakan bisnis dengan sistem cash register yang menyimpan informasi produk, membuat proses checkout lebih cepat dan lebih akurat untuk pelanggan Anda dan catatan Anda.

Transaksi penjualan dengan mudah rekor
Penerimaan cetak untuk pelanggan
Kelola harga dan diskon produk

Titik tembaga penjualan perangkat lunak mudah dinavigasi, dan kompatibel dengan terminal layar sentuh dan barcode scanner, membantu menghemat waktu ketika menelepon penjualan dan mencegah kesalahan kasir. Ambil Copper Point of Sales Software Download Free

Ambil Software Point Of Sales Online Omega Pos Cloud
Point of screenshot software penjualan >>>

Persyaratan Sistem

Bekerja pada Windows 7, XP, Vista dan 8
Mac OS X 10.3 atau di atas

Ambil Copper Point of Sales Software

Ambil Tembaga POS Software untuk Windows
Ambil Tembaga POS Software untuk Mac

* Selama instalasi download ini Anda akan diberikan pilihan untuk menginstal Google Chrome ® dan program yang terkait erat dari NCH Software suite. Ini adalah opsional dan Anda dapat memilih apa yang Anda inginkan tergantung pada kebutuhan Anda.

Point of Sale Software Fitur

Transaksi catatan penjualan dengan cepat dan mudah
Menghasilkan dan mencetak profesional mencari penerimaan
Mendukung penerimaan printer yang menggunakan gulungan kertas
Bekerja dengan terminal layar sentuh dan scanner barcode menghilangkan kebutuhan untuk mouse atau keyboard input
Mengatur barang harga dan menawarkan diskon
Laporan untuk menganalisis penjualan oleh penjual atau barang
Terintegrasi dengan Inventoria untuk menjaga data persediaan dan jumlah seluruh aspek dari bisnis Anda
Backup Software Point Of Sales Online Omega Pos Cloud data / mengembalikan fitur untuk menyimpan data yang aman
Menginstall dan siap untuk dicetak dalam waktu kurang dari satu menit
Dirancang untuk menjadi sangat mudah digunakan untuk operasi sehari-hari

08:25  Andi Setya Nugraha   Labels: Tutorial
Langkah Install Driver di Windows 8.1 , Ini merupakan salah satu contoh, jadi kita tidak hanya mengupdate driver VGA saja, melainkan Driver lainnya juga bisa.

cara ini tidak hanya bisa di windows 8.1 saja, melainkan di windows versi lain juga bisa, hanya saja, melihat dari pengalaman installasi windows 8 pro AIO yang menginstall tanpa perlu driver, pasti di versi ini juga akan bisa, hanya kita perlu melakukan manual.

Ini adalah hal yang ketika ane alami tanpa menggunakan DriverPack Solution. Namun ini akan ane share bagaimana menginstall driver VGA nya.

Setelah installasi windows 8.1 selesai, ternyata Driver VGA nya terRemove, beda dengan waktu ane waktu install windows 8 Pro AIO , semua driver langsung terinclude, namun ini windows 8.1 Enterprise, begitu selesai, install, tampilan terlihat kusam, yang memang itu terjadi karena Driver VGA nya belum terinstall.

kalau Mencoba mencari ke Situs resmi dari komputer, pasti belum menyediakan. akhirnya, Coba pake Update di device managernya, dan Hasilnya Lancar jaya.. hehe

Nah, buat yang ingin mencoba cara seperti ane, itung itung coba-coba, di persilahkan, ini langkahnya :

Pastikan Koneksi internet Aktif ya.

  • Buka windows Explorer, Klik kanan pada “ThisPC”, pilih Manage , Lihat gambar di bawah ini lebih jelasnya
https://moniccaester.files.wordpress.com/2016/06/11dd2-1.png
  • Maka akan muncul jendela baru,  seperti gambar di bawah ini,  Pilih device Manager=> Display Adapter=> Klik Kanan Pilih update driver Software
http://1.bp.blogspot.com/-HoZVL6FbIks/Umfo0W27GeI/AAAAAAAAL-Y/tFRmucAz878/s400/2.png
  • Setelah itu, pilih Update Automactically
http://1.bp.blogspot.com/-2N11zhHSzHc/Umfo0e2iamI/AAAAAAAAL-c/8xo-YB07DC4/s320/3.png
  • Nah, kalo berhasil, nanti akan mendownload otomatis, dan VGA juga akan langsung terinstall, dan tampilan akan lebih jernih, tidak kusam
  • selamat mencoba
Keunggulan Software Point of Sales Online Omega POS Cloud
Beberapa keunggulan dari produk ini yang bisa anda dapatkan yaitu antara lain:
1.      Omega POS cloud didesain oleh Omegasoft untuk membuat kinerja akuntansi anda berjalan secara real time meskipun lalu lintas data anda sangat besar. Aplikasi ini menggunakan OS Microsoft Windows dengan pengembangan sistem berbasis cloud bukan berbasis website. Hasilnya, anda bisa mendapatkan data secara seketika dan sangat efisien.
2.      Keunggulan Omega POS Cloud yang lainnya adalah sistem keamanan yang terjamin. Lokasi server sangat terjaga kerahasiaannya dengan proteksi khusus dengan teknologi mutakhir selama 24 jam demi kenyamanan para kliennya.
3.      Lalu lintas data senantiasa diawasi kelancarannya selama 24 jam penuh oleh tim khusus OmegaSoft. Dengan teknologi yang canggih Omega Soft team berupaya agar Cloud Server selalu online.
4.      Koneksi internet juga bisa dilakukan dengan media apapun, baik kabel, nirkabel, Wifi, modem 3G, GSM, CDMA, EVDO, IP Statis / Dinamis. Asalkan lokasi anda terjangkau internet.
5.      Omega POS Cloud pun memiliki kemampuan mengirim data secara otomatis ketika sambungan internet terputus/ tidak stabil. Bahkan jika mendadak koneksi internet putus saat input data, maka anda tidak perlu mengisi data kembali dari awal karena secara otomatis data terkirim.
6.      Omega POS Cloud juga bisa digunakan di berbagai alat komputasi modern seperti mobile POS, komputer POS, komputer kasir, mesin POS, personal computer (PC), laptop, notebook, netbook, smart PC, hybird PC, hingga tablet PC.
7.      Omega POS Cloud bisa untuk berbagai usaha yakni kategori makanan-minuman dan retail. Cocok untuk anda yang memiliki kafe, minimarket, distro clothing, franchise, restoran, dan
toko-toko lainnya.
Fitur dan Kelebihan Omega POS Cloud
Fitur Sensor Sidik Jari, RFID, dan Kartu Pengganti Kunci
Keamanan bisnis Anda akan terjamin sebab Omega POS Cloud Software POS Online Indonesia telah mampu terintegrasi dengan berbagai macam perangkat keamanan seperti sensor wajah dan juga sidik jari, RFID, serta kartu untuk membuka kunci pintu.
Dengan demikian, hal-hal yang tidak diinginkan seperti karyawan yang titip absen, pencurian kata sandi, duplikasi absensi, penyalahgunaan hak akses, duplikasi kunci pintu, dan sebagainya bisa dicegah. Selain itu, mengatur data absensi karyawan, pelanggan bisnis, dan mengatur hak akses juga bisa dilakukan dengan lebih mudah.
Fitur Multi Perangkat
Software POS online Omegasoft, mampu digunakan dengan maksimal di berbagai perangkat berbeda. Selain mendukung perangkat laptop dan netbook, program POS Omega juga dapat dioperasikan melalui berbagai perangkat mobile seperti tablet dan mobile POS. Perangkat lain yang didukung termasuk Smart PC, POS Computer atau Mesin POS, dan masih banyak lainnya.
Fitur Multi Bahasa
Program dari Omegasoft ini juga telah mendukung multi bahasa, tepatnya Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Fitur ini disediakan karena memang software POS Online ini tidak hanya dipakai di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri seperti di negara adidaya Amerika Serikat dan juga negeri gingseng Korea.
Fitur Update Gratis ke Versi Software Terbaru

Setiap kali ada update untuk versi terbaru dari software point of sales online omega pos cloud, Anda akan bisa mengetahuinya dari jadwal rilis update yang disediakan di blog resmi Omega Pos Cloud. Tentunya setiap update adalah gratis seumur hidup, tanpa dipungut bayaran lagi.

Lemon Pos (point of sale)

Pada tulisan kali ini saya mencoba berbagi tentang Lemon POS. Lemon yang dimaksud bukanlah buah lemon, dan POS yang dimaksud juga bukanlah POS layanan kurir. Jadi… LEMON POS itu apa ya?!

lemon

  • POS adalah singkatan dari point of sale yang merupakan sebuah software atau sistem elektronik yang dibuat agar  dapat mempermudah operasional sebuah bisnis toko ritel, restoran, hotel, dan berbagai bisnis lain untuk memindai produk yang dibeli dan menghitung tagihan. disebut-sebut sebagai juga POS adalah alat yang berharga untuk berbagai macam tujuan bisnis, termasuk strategi menyempurnakan program pemasaran, pelacakan pembelian pemasok; menentukan pola pembelian pelanggan, analisis penjualan (setiap hari, bulanan, atau tahunan) dari setiap item persediaan, departemen , atau pemasok, dan membuat laporan untuk digunakan dalam melakukan pembelian, menata ulang, dll. Point of Sale yang basic termasuk register mandiri cash elektronik, juga dikenal sebagai ECRs; sistem jaringan berbasis ECR, dan sistem berbasis pengontrol. Semua fungsi dasarnya sebagai penjualan dan alat manajemen kas, tetapi masing-masing memiliki fitur yang unik.
  • Lemon POS merupakan open source Point of Sale software yang ditargetkan untuk usaha mikro, kecil dan menengah. MySQL digunakan untuk pengelolaan data dan penyimpanan, dan dapat digunakan database tunggal dengan banyak terminal POS pada jaringan. Menjadi Linux atau unix lainnya sistem operasi sasaran, informasi Anda lebih aman terhadap serangan virus, dan menurunkan biaya dalam lisensi.

Cara Menginstalasi LemonPOS:

1. Buka Ubuntu Software Center, lakukan pencarian dengan kata kunci point of sale, setelah ketemu pilih Install, tunggu sampai proses installasi Anda selesai.

2. Mesin yang hendak diinstall lemonpos terlebih dahulu diinstall mysql sebagai database yang akan digunakan, install saja via Ubuntu Software Center agar lebih mudah.

3. Setelah selesai instalasi, selanjutnya membuat database mysql yang akan dipergunakan oleh lemonPOS. Database ini yang menyimpan seluruh transaksi baik penjualan maupun stok.

4. Cara membuatnya Gampang !!! Cukup jalankan skrip lemon_mysql.sql yang berada di direktori /usr/share/kde4/apps/lemon/

Jalankan perintah

cat lemon_mysql.sql | mysql -u root -p

maka database pun akan terbentuk.5. Instalasi akan menghasilkan dua menu yaitu lemon dan squeeze, dimana lemon adalah POS itu sendiri dan squeeze adalah menu Administrasinya.

6. Jika menu lemon dan squeeze belum muncul maka lakukan logout dan login kembali, dan Anda akan mendapat menu tersebut pada Application->Office

 

 

 

Application Service Library

Aplikasi Layanan Perpustakaan (ASL) adalah kerangka kerja domain publik dari praktik terbaik yang digunakan untuk standarisasi proses dalam Aplikasi Manajemen, disiplin memproduksi dan memelihara sistem informasi dan aplikasi. Istilah “perpustakaan” digunakan karena ASL disajikan sebagai satu set buku yang menggambarkan praktek-praktek terbaik dari industri TI. Hal ini dijelaskan dalam beberapa buku dan artikel (banyak dari mereka hanya tersedia dalam bahasa Belanda) dan di situs resmi ASL BiSL Foundation.

ASL erat terkait dengan kerangka kerja ITIL (IT Service Management) dan BiSL (Manajemen Informasi dan Manajemen Fungsional) dan Capability Maturity Model (CMM).

Kerangka ASL dikembangkan karena ITIL, dipeluk oleh departemen infrastruktur TI, terbukti tidak memadai untuk Manajemen Aplikasi: pada waktu itu, ITIL tidak memiliki pedoman khusus untuk aplikasi desain, pengembangan, pemeliharaan dan dukungan. versi ITIL baru, terutama V3, semakin membahas Pengembangan Aplikasi dan Aplikasi Manajemen domain; ASL BiSL Foundation telah menerbitkan sebuah kertas putih membandingkan ITIL v3 dan ASL.
ASL dikembangkan pada akhir tahun sembilan puluhan di Belanda, awalnya sebagai model R2C proprietary, yang berkembang menjadi ASL pada tahun 2000. Pada tahun 2001 itu disumbangkan oleh IT Service Provider PinkRoccade ke ASL Foundation, sekarang ASL BiSL Foundation. Versi ASL2 diterbitkan pada tahun 2009.

Cakupan ASL

ASL2 ini dimaksudkan untuk mendukung Manajemen Aplikasi dengan menyediakan alat-alat. Dua kategori utama bantu didefinisikan:
Deskripsi dari proses untuk Manajemen Aplikasi. Ditambah penggunaan praktek-praktek terbaik terminologi standar, menghindari perangkap berbicara tentang topik yang berbeda saat menggunakan kata-kata yang sama.
Tujuan dari ASL adalah untuk membantu dalam profesionalisasi Manajemen Aplikasi.

Ada 4 proses dalam cluster Dukungan Aplikasi. Proses dalam cluster Organisasi Layanan mendukung penggunaan sehari-hari dari sistem informasi. Proses dalam cluster ini adalah:

  1. Use Support
  2. Configuration Management
  3.  IT Operation Management
  4. Continuity Management

 

Framework ASL

Proses dalam rangka ASL dapat dibagi sesuai dengan pertanyaan-pertanyaan berikut:

  1. Apakah sudut pendekatan ‘layanan’ atau ‘aplikasi’?
  2. Apakah proses operasional, taktis atau strategis terlibat?

aplikasi manajemen digambarkan sebagai manajemen pemeliharaan, peningkatan dan renovasi aplikasi dengan cara suara-ekonomi bisnis. Itu Prinsip kunci di sini adalah untuk mendukung proses bisnis menggunakan sistem informasi untuk siklus hidup dari proses bisnis.

Dua sudut pandang penting dapat dibedakan di sini:

Yang pertama adalah perspektif ‘mendukung proses bisnis menggunakan sistem informasi’. Ini berarti menjaga aplikasi dan berjalan dan memastikan bahwa mereka mendukung organisasi kegiatan sehari-hari. Secara praktis, ini melibatkan menyediakan layanan terus menerus dengan membuat perusahaan kesepakatan tentang tingkat layanan dan memulihkan tingkat layanan yang disepakati secepat mungkin jika penyimpangan ditetapkan; menciptakan tingkat tinggi aksesibilitas bagi pertanyaan dan komentar dari klien tentang layanan; mencegah gangguan dan memfasilitasi layanan baru dengan menanggapi sebagai layanan ICT penyedia dalam waktu yang baik. Fokusnya adalah karena pada layanan, layanan yang disediakan dan yang (bersama-sama dengan manajemen infrastruktur) memfasilitasi penggunaan aplikasi. Dalam hal ini biaya umum jumlah 10 – 20% dari biaya keseluruhan manajemen aplikasi.

Tiga tingkat dibedakan: operasional, taktis dan strategis.

Tingkat operasional mengakui dua kelompok proses:

  •  ‘pemeliharaan’ dari aplikasi: proses yang memastikan ketersediaan optimum aplikasi saat ini sedang digunakan untuk mendukung proses bisnis dengan minimal sumber daya dan gangguan dalam operasi.
  •  ‘tambahan / renovasi’ aplikasi: proses yang beradaptasi aplikasi dengan keinginan baru dan persyaratan dalam menanggapi perubahan organisasi dan lingkungannya. yang diperlukan penyesuaian dilakukan terhadap perangkat lunak, model data dan dokumentasi.

 

Cluster proses di tingkat strategis adalah:

  1. Organisasi Manajemen Siklus (OCM): proses yang bertujuan untuk mengembangkan visi masa depan organisasi jasa ICT dan menerjemahkan visi yang menjadi kebijakan untuk pembaruan nya.
  2. Aplikasi Cycle Management (ACM): proses yang berfungsi untuk membentuk strategi jangka panjang untuk berbagai aplikasi yang sesuai dalam keseluruhan penyediaan informasi organisasi dalam kaitannya kebijakan jangka panjang organisasi.

Software Maintenance Maturity Model

Maturity model adalah suatu metode untuk mengukur level pengembangan manajemen proses, yang berarti adalah mengukur sejauh mana kapabilitas manajemen tersebut. Seberapa bagusnya pengembangan atau kapabilitas manajemen tergantung pada tercapainya tujuan-tujuan COBIT yang. Sebagai contoh adalah ada beberapa proses dan sistem kritikal yang membutuhkan manajemen keamanan yang lebih ketat dibanding proses dan sistem lain yang tidak begitu kritikal. Di sisi lain, derajat dan kepuasan pengendalian yang dibutuhkan untuk diaplikasikan pada suatu proses adalah didorong pada selera resiko Enterprise dan kebutuhan kepatuhan yang diterapkan.
Penerapan yang tepat pada tata kelola TI di suatu lingkungan Enterprise, tergantung pada pencapaian tiga aspek maturity (kemampuan, jangkauan dan kontrol). Peningkatan maturity akan mengurangi resiko dan meningkatkan efisiensi, mendorong berkurangnya kesalahan dan meningkatkan kuantitas proses yang dapat diperkirakan kualitasnya dan mendorong efisiensi biaya terkait dengan penggunaan sumber daya TI.

Secara umum, maturity model biasanya memiliki ciri sebagai berikut:

  1. Proses pengembangan dari suatu organisasi disederhanakan dan dideskripsikan dalam wujud tingkatan kematangan dalam jumlah tertentu (biasanya empat hingga enam tingkatan)
  2. Tingkatan kematangan tersebut dicirikan dengan beberapa persyaratan tertentu yang harus diraih.
  3. Tingkatan-tingkatan yang ada disusun secara sekuensial, mulai dari tingkat inisial sampai pada tingkat akhiran (tingkat terakhir merupakan tingkat kesempurnaan)
  4. Selama pengembangan, sang entitas bergerak maju dari satu tingkatan ke tingkatan berikutnya tanpa boleh melewati salah satunya, melainkan secara bertahap berurutan.
  • SOFTWARE MAINTENANCE

Perawatan perangkat lunak (software maintenance) adalah aktivitas yang dimulai sejak perangkat lunak mulai digunakan (after delivery) hingga akhirnya perangkat lunak tersebut tidak dapat digunakan lagi (retired). Tujuannya adalah untuk memperbaiki kesalahan (to correct), meningkatkan kinerja/ fungsionalitas (to improve), menyesuaikan dengan lingkungan (to adapt), atau untuk mencegah terjadinya kesalahan (to prevent).

 

Maturity model dapat digunakan untuk memetakan :
1. Status pengelolaan TI perusahaan pada saat itu.
2. Status standart industri dalam bidang TI saat ini (sebagai pembanding)
3. Status standart internasional dalam bidang TI saat ini (sebagai pembanding)
4. Strategi pengelolaan TI perusahaan (ekspetasi perusahaan terhadap posisi pengelolaan TI perusahaan)
Tingkat kemampuan pengelolaan TI pada skala maturity dibagi menjadi 6 level :
1. Level 0 (Non-existent)
Perusahaan tidak mengetahui sama sekali proses teknologi informasi di perusahaannya.
2. Level 1 (Initial Level)
Pada level ini, organisasi pada umumnya tidak menyediakan lingkungan yang stabil untuk mengembangkan suatu produk baru. Ketika suatu organisasi kelihatannya mengalami kekurangan pengalaman manajemen, keuntungan dari mengintegrasikan pengembangan produk tidak dapat ditentukan dengan perencanaan yang tidak efektif, respon sistem. Proses pengembangan tidak dapat diprediksi dan tidak stabil, karena proses secara teratur berubah atau dimodifikasi selama pengerjaan berjalan beberapa form dari satu proyek ke proyek lain. Kinerja tergantung pada kemampuan individual atau term dan variasi dengan keahlian yang dimilikinya.
3. Level 2 (Repeatable Level)
Pada level ini, kebijakan untuk mengatur pengembangan suatu proyek dan prosedur dalam mengimplementasikan kebijakan tersebut ditetapkan. Tingkat efektif suatu proses manajemen dalam mengembangankan proyek adalah institutionalized, dengan memungkinkan organisasi untuk mengulangi pengalaman yang berhasil dalam mengembangkan proyek sebelumnya, walaupun terdapat proses tertentu yang tidak sama. Tingkat efektif suatu proses mempunyai karakteristik seperti; practiced, dokumentasi, enforced, trained, measured, dan dapat ditingkatkan. Product requirement dan dokumentasi perancangan selalu dijaga agar dapat mencegah perubahan yang tidak diinginkan.
4. Level 3 (Defined Level)
Pada level ini, proses standar dalam pengembangan suatu produk baru didokumentasikan, proses ini didasari pada proses pengembangan produk yang telah diintegrasikan. Proses-proses ini digunakan untuk membantu manejer, ketua tim dan anggota tim pengembangan sehingga bekerja dengan lebih efektif. Suatu proses yang telah didefenisikan dengan baik mempunyai karakteristik; readiness criteria, inputs, standar dan prosedur dalam mengerjakan suatu proyek, mekanisme verifikasi, output dan kriteria selesainya suatu proyek. Aturan dan tanggung jawab yang didefinisikan jelas dan dimengerti. Karena proses perangkat lunak didefinisikan dengan jelas, maka manajemen mempunyai pengatahuan yang baik mengenai kemajuan proyek tersebut. Biaya, jadwal dan kebutuhan proyek dalam pengawasan dan kualitas produk yang diawasi.
5. Level 4 (Managed Level)
Pada level ini, organisasi membuat suatu matrik untuk suatu produk, proses dan pengukuran hasil. Proyek mempunyai kontrol terhadap produk dan proses untuk mengurangi variasi kinerja proses sehingga terdapat batasan yang dapat diterima. Resiko perpindahan teknologi produk, prores manufaktur, dan pasar harus diketahui dan diatur secara hati-hati. Proses pengembangan dapat ditentukan karena proses diukur dan dijalankan dengan limit yang dapat diukur.
6. Level 5 (Optimized Level)
Pada level ini, seluruh organisasi difokuskan pada proses peningkatan secara terus-menerus. Teknologi informasi sudah digunakan terintegrasi untuk otomatisasi proses kerja dalam perusahaan, meningkatkan kualitas, efektifitas, serta kemampuan beradaptasi perusahaan. Tim pengembangan produk menganalisis kesalahan dan defects untuk menentukan penyebab kesalahannya. Proses pengembangan melakukan evaluasi untuk mencegah kesalahan yang telah diketahui dan defects agar tidak terjadi lagi.

Perawatan Terencana (Planned Maintenance)

Dalam perawatan terencana suatu peralatan akan mendapat giliran perbaikan sesuai dengan interval waktu yang telah ditentukan sedemikian rupa sehingga kerusakan besar dapat dihindari. Perawatan terencana (planned maintenance) terbagi menjadi preventive maintenance dan corrective maintenance.

Beberapa aspek-aspek penting dalam perencanaan perawatan adalah:
1) Perencanaan
Perencanaan adalah kegiatan untuk menjalankan fungsi

1. Aspek-Aspek Penting Dalam Perawatan Terencana
perawatan yang dilakukan secara terorganisir. Perencanaan perawatan terdiri dari:
• Penyusunan secara struktural kegiatan perawatan yang akan dijalankan
• Penyusunan sistem perawatan
• Kegiatan pengontrolan dan pencatatan
• Penerapan sistem perawatan dan pencatatan

Sedangkan faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam penyusunan perencanaan perawatan adalah ruang lingkup pekerjaan, prioritas pekerjaan, kebutuhan ketrampilan, kebutuhan tenaga kerja, kebutuhan peralatan dan kebutuhan material.

2. Pemeriksaan
Kegiatan pemeriksaan yang telah tersusun dengan teratur akan menjaga performa mesin dalam keadaaan optimal dan dapat berfungsi sesuai standar. Kegiatan pemeriksaan terdiri dari:
• Pemeriksaan operasional
• Pemeriksaan pemberhentian
• Pemeriksaan overhaul.

3. Pemilihan komponen/ suku cadang
Pemilihan komponen atau suku cadang merupakan kegiatan yang paling penting dalam menjalankan kegiatan overhaul. Dengan pemilihan suku cadang yang sesuai dengan spesifikasi mesin akan menjaga mesin tetap dapat bekerja dalam kondisi standar.

2). Perawatan Pencegahan (Preventive Maintenance)
      Perawatan pencegahan (preventive maintenance) adalah kegiatan pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan untuk mencegah timbulnya kerusakan-kerusakan yang tidak terduga dan menemukan kondisi atau keadaan yang dapat menyebabkan peralatan produksi mengalami kerusakan pada waktu digunakan dalam proses produksi (Sofyan, 1998: 90). Dalam melakukan cara perawatan ini, ada beberapa aktifitas yang dapat dilakukan yaitu: pemeriksaan secara berkala dan penggantian komponen yang sudah hampir rusak atau sudah rusak. Untuk penggantian komponen yang telah rusak ini akan terjadi penambahan pada biaya produksinya. Sehingga dalam menetapkan komponen-komponen yang akan dijadwalkan penggantiannya harus merupakan komponen yang kritis dalam sistem produksi tersebut.
     Berdasarkan Asrori (2007: 3) kegiatan perawatan yang dilakukan dalam perawatan preventif adalah suatu bentuk pelaksanaan terjadual. Oleh karena itu siklus perawatan menjadi penting keberadaannya. Klasifikasi perawatan mesin dalam preventive maintenance dibagi menjadi 4 kategori (keadaan), yaitu:
(1) Inspeksi (I)
Inspeksi adalah tindakan pengecekan atau pemeriksaan secara berkala kondisi suatu peralatan atau alat bantu untuk mendapatkan informasi tentang keadaan mesin atau alat bantu tersebut yang hasilnya dapat digunakan untuk pertimbangan dalam melakukan kegiatan perawatan selanjutnya.
(2) Small Repair (S)
Small repair adalah suatu tindakan perawatan ringan yang menitik beratkan pada bagian terkecil (komponen) dari suatu mesin. Kegiatan small repair merupakan perbaikan tindak lanjut dari kerusakan ringan yang ditemukan pada waktu kegiatan inspeksi dan tidak memerlukan waktu dan biaya yang tinggi.
(3) Medium Repair (M)
Medium repair adalah suatu tindakan perawatan tingkat menengah yang lebih fokus pada kerusakan bagian dari suatu mesin akibat aus atau akibat kecelakaan yang perbaikannya memerlukan biaya yang tinggi dan waktu kerja yang relatif lama.
(4) Overhaul (O)
Overhaul adalah suatu tindakan perawatan pada yang bersifat menyeluruh pada bagian mesin. Tindakan yang biasanya dilakukan waktu overhaul adalah pembetulan-pembetulan komponen yang aus/ rusak atau penggantian komponen.

3). Perawatan Korektif (Corrective Maintenance)
Menurut Sofyan (1987: 90) perawatan korektif (corrective maintenance) adalah kegiatan pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan setelah terjadi kerusakan atau kelainan pada fasilitas atau peralatan yang ditemukan selama masa waktu preventive maintenance.
Dalam perbaikan dapat dilakukan peningkatan-peningkatan sedemikian rupa, seperti melakukan perubahan atau modifikasi rancangan agar peralatan menjadi lebih baik dan mencapai standar kerja yang dapat diterima.

Perawatan korektif yang dilakukan meliputi antara lain:
a. Perbaikan-perbaikan yang dilakukan untuk menghilangkan bagian-bagian yang kurang ekonomis dari mesin atau mengurangi frekuensi terjadinya kerusakan tersebut
b. Melakukan perbaikan setelah jangka waktu tertentu

Beberapa jenis perawatan korektif adalah:
1) Shutdown Maintenance
Shutdown maintenance adalah pemeliharaan yang hanya dilakukan selama
mesin tersebut berhenti beroperasi atau mesin tersebut terpaksa diberhentikan karena kerusakan yang serius.
2) Breakdown maintenance
Pekerjaan perawatan dilakukan setelah terjadi kerusakan pada peralatan,
dan untuk memperbaikinya harus disiapkan suku cadang, material, alat-alat
dan tenaga kerjanya.

COBIT

Control Objective for Information and related Technology, disingkat COBIT, adalah suatu panduan standar praktik manajemen teknologi informasi. Standar COBIT dikeluarkan oleh IT Governance Institute yang merupakan bagian dari ISACA. COBIT 4.1 merupakan versi terbaru.

SEJARAH COBIT

COBIT pertama kali diterbitkan pada tahun 1996, kemudian edisi kedua dari COBIT diterbitkan pada tahun 1998. Pada tahun 2000 dirilis COBIT 3.0 dan COBIT 4.0 pada tahun 2005. Kemudian COBIT 4.1 dirilis pada tahun 2007 dan saat ini COBIT yang terakhir dirilis adalah COBIT 5.0 yang dirilis pada tahun 2012.
COBIT merupakan kombinasi dari prinsip-prinsip yang telah ditanamkan yang dilengkapi dengan balance scorecard dan dapat digunakan sebagai acuan model (seperti COSO) dan disejajarkan dengan standar industri, seperti ITIL, CMM, BS779, ISO 9000.

 

COBIT memiliki 4 cakupan domain, yaitu :

  • Perencanaan dan organisasi (plan and organise)
  • Pengadaan dan implementasi (acquire and implement)
  • Pengantaran dan dukungan (deliver and support)
  • Pengawasan dan evaluasi (monitor and evaluate)
  1. Perencanaan dan Organisasi (Planning and Organization)

Domain ini mencakup strategi dan taktik yang menyangkut identifikasi tentang bagaimana TI dapat memberikan kontribusi terbaik dalam pencapaian tujuan bisnis organisasi sehingga terbentuk sebuah organisasi yang baik dengan infrastruktur teknologi yang baik pula.

  1. Pengadaan dan Implementasi (Acquire and Implement)

Untuk mewujudkan strategi TI, solusi TI perlu diidentifikasi, dibangun atau diperoleh dan kemudian diimplementasikan dan diintegrasikan dalam proses bisnis.

  1. Pengantaran dan Dukungan (Deliver and Support)

Domain ini berhubungan dengan penyampaian layanan yang diinginkan, yang terdiri dari operasi pada security dan aspek kesinambungan bisnis sampai dengan pengadaan training.

  1. Pengawasan dan Evaluasi (Monitor and Evaluate)

Semua proses TI perlu dinilai secara teratur dan berkala bagaimana kualitas dan kesesuaiannya dengan kebutuhan kontrol.

Keempat domain tersebut diatas kemudian dijabarkan menjadi 34 faktor resiko yang harus dievaluasi jika ingin diperoleh suatu kesimpulan mengenai seberapa besar kepedulian manajemen terhadap teknologi informasi, serta bagaimana teknologi informasi dapat memenuhi kebutuhan manajemen akan informasi.

Maksud utama COBIT ialah menyediakan kebijakan yang jelas dan good practice untuk IT governance, membantu manajemen senior dalam memahami dan mengelola resiko-resiko yang berhubungan dengan IT.

COBIT menyediakan kerangka IT governance dan petunjuk control objective yang detail untuk manajemen, pemilik proses bisnis, user dan auditor.

Maksud utama COBIT ialah menyediakan kebijakan yang jelas dan good practice untuk IT governance, membantu manajemen senior dalam memahami dan mengelola resiko-resiko yang berhubungan dengan IT.

COBIT menyediakan kerangka IT governance dan petunjuk control objective yang detail untuk manajemen, pemilik proses bisnis, user dan auditor.

COBIT didasari oleh analisis dan harmonisasi dari standar teknologi informasi dan best practices yang ada, serta sesuai dengan prinsip governanceyang diterima secara umum. COBIT berada pada level atas yang dikendalikan oleh kebutuhan bisnis, yang mencakupi seluruh aktifitas teknologi informasi, dan mengutamakan pada apa yang seharusnya dicapai dari pada bagaimana untuk mencapai tatakelola, manajemen dan kontrol yang efektif. COBIT Frameworkbergerak sebagai integrator dari praktik IT governance dan juga yang dipertimbangkan kepada petinggi manajemen atau manager; manajemen teknologi informasi dan bisnis; para ahli governance, asuransi dan keamanan; dan juga para ahli auditor teknologi informasi dan kontrol. COBIT Framework dibentuk agar dapat berjalan berdampingan dengan standar dan best practices yang lainnya.

 

Implementasi dari best practices harus konsisten dengan tatakelola dan kerangka kontrol Perusahaan, tepat dengan organisasi, dan terintegrasi dengan metode lain yang digunakan. Standar dan best practices bukan merupakan solusi yang selalu berhasil dan efektifitasnya tergantung dari bagaimana mereka diimplementasikan dan tetap diperbaharui. Best practices biasanya lebih berguna jika diterapkan sebagai kumpulan pinsip dan sebagai permulaan (starting point) dalam menentukan prosedur. Untuk mencapai keselarasan dari best practicesterhadap kebutuhan bisnis, sangat disarankan agar menggunakan COBIT pada tingkatan teratas (highest level), menyediakan kontrol framework berdasarkan model proses teknologi informasi yang seharusnya cocok untuk perusahaan  secara umum.

 

COBIT FRAMEWORK

Kerangka kerja CobIT terdiri dari beberapa guidelines (arahan), yakni :

a. Control Objectives

Terdiri atas 4 tujuan pengendalian tingkat tinggi (high level control objectives)yang tercermin dalam 4 domain, yaitu : planning & organization, acquisition &implementation, delivery & support, dan monitoring.

b. Audit Guidelines

Berisi sebanyak 318 tujuan-tujuan pengendali rinci (detailed control objectives)untuk membantu para auditor dalam memberikan management assurance atausaran perbaikan.

c. Management Guidelines

Berisi arahan baik secara umum maupun spesifik mengenai apa saja yang mesti dilakukan, seperti : apa saja indicator untuk suatu kinerja yang bagus, apa sajaresiko yang timbul, dan lain-lain.

d. Maturity Models

Untuk memetakan status maturity proses-proses IT (dalam skala 0 – 5).

 

Pengelolaan TI (Tata Kelola TI)

Teknologi informasi memiliki peranan penting bagi setiap perusahaan yang memanfaatkan teknologi informasi pada kegiatan bisnisnya, serta merupakan salah satu faktor dalam mencapai tujuan perusahaan. Peran TI akan optimal jika pengelolaan TI maksimal. Pengelolaan TI yang maksimal akan dilaksanakan dengan baik dengan menilai keselarasan antara penerapan TI dengan kebutuhan perusahaan sendiri.

Semua kegiatan yang dilakukan pasti memiliki resiko, begitu juga dengan pengelolaan TI. Pengelolaan TI yang baik pasti mengiidentifikasikan segala bentuk resiko dari penerapan TI dan penanganan dari resiko-resiko  yang akan dihadapi. Untuk itu perusahaan memerlukan adanya suatu penerapan yang harus dilakukan perusahaan, yakni menerapkan Tata Kelola TI (IT Governance).

KRITERIA INFORMASI BERDASARKAN COBIT

Untuk memenuhi tujuan bisnis, informasi perlu memenuhi kriteria tertentu, adapun 7 kriteria informasi yang menjadi perhatian COBIT, yaitu sebagai berikut:

  • Effectiveness (Efektivitas). Informasi yang diperoleh harus relevan dan berkaitan dengan proses bisnis, konsisten dapat dipercaya, dan tepat waktu.
  • Effeciency (Efisiensi). Penyediaan informasi melalui penggunaan sumber daya (yang paling produktif dan ekonomis) yang optimal.
  • Confidentially (Kerahasiaan). Berkaitan dengan proteksi pada informasi penting dari pihak-pihak yang tidak memiliki hak otorisasi/tidak berwenang.
  • Intergrity (Integritas). Berkaitan dengan keakuratan dan kelengkapan data/informasi dan tingkat validitas yang sesuai dengan ekspetasi dan nilai bisnis.
  • Availability (Ketersediaan). Fokus terhadap ketersediaan data/informasi ketika diperlukan dalam proses bisnis, baik sekarang maupun dimasa yang akan datang. Ini juga terkait dengan pengamanan atas sumber daya yang diperlukan dan terkait.
  • Compliance (Kepatuhan). Pemenuhan data/informasi yang sesuai dengan ketentuan hukum, peraturan, dan rencana perjanjian/kontrak untuk proses bisnis.
  • Reliability (Handal). Fokus pada pemberian informasi yang tepat bagi manajemen untuk mengoperasikan perusahaan dan pemenuhan kewajiban mereka untuk membuat laporan keuangan.

Contoh Teknologi atau Sistem yang telah menggunakan Manajemen Layanan Sistem Informasi

Tokopedia.com

87447122344Untitled-1

            pada era modern saat ini, berbelanja online sangatlah menjadi trend. banyak sekali keuntungan dan kerugian dari berbelanja online. banyak pula pilihan tempat untuk berbelanja tergantung dengan kebutuhan masing-masing,

Tentu diantara kita pernah mendengar TOKOPEDIA bukan?  Tokopedia.com merupakan salah satu mal online di Indonesia yang mengusung model bisnis marketplace dan mall online.Tokopedia ymemungkinkan setiap individu, toko kecil dan brand untuk membuka dan mengelola toko online.Sejak diluncurkan sampai hingga akhir 2015, layanan dasar Tokopedia bisa digunakan oleh semua orang secara gratis.

Dengan visi untuk “Membangun Indonesia yang Lebih Baik Lewat Internet”, Tokopedia memiliki program untuk mendukung para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan perorangan untuk mengembangkan usaha mereka dengan memasarkan produk secara online

tapi, apakah kita tau kalau tokopedia termasuk dalam e-commerce ? apakah itu yang dimaksud dengan e-commrce?

E-commerce merupakan suatu cara berbelanja atau berdagang secara online atau direct selling yang memanfaatkan fasilitas Internet dimana terdapat website yang dapat menyediakan layanan get and deliver. E-commerce akan merubah semua kegiatan marketing dan juga sekaligus memangkas biayabiaya operasional untuk kegiatan trading (perdagangan) Perkembangan teknologi komunikasi dan komputer menyebabkan terjadinya perubahan kultur kita sehari-hari. Dalam era yang disebut “information age” ini, media elektronik menjadi salah satu media andalan untuk melakukan komunikasi dan bisnis. E-commerce merupakan extensiondari commerce dengan mengeksploitasi media elektronik. Meskipun penggunaan media elektronik ini belum dimengerti, akan tetapi desakan bisnis menyebabkan para pelaku bisnis mau tidak mau harus menggunakan media elektronik ini. B. Peluang dan Tantangan E-Commerce Perkembangan internet berdampak pada perubahan cara organisasi merancang, memproses, memproduksi, memasarkan, dan menyampaikan produk. Lingkup persaingan yang semakin luas juga menuntut integrasi dan koordinasi anatara departemen sistem informasi, pemasaran, layanan pelanggan, dan departemen- departemen lainnya dalam organisasi. Beraneka raga peluang pemanfaatan internet yang bisa diekploitasi meliputi:  Sumber baru untuk informasi pasar  Individualized marketing  Cara baru menjalin relasi online dengan pelanggan dan membangun citra merk;  Peluang baru bagi distribusi produk dan komunikasi pemasaran; Proses penyampaian produk secara digital via internet diperkirakan akan semakin marak dalam berbagai sektor bisnis, terutama untuk program perangkat lunak, surat kabar, tiket pesawat, perbankan, asuransi, pendidikan, dan lain-lain C. Manfaat E-businees bagi Organisasi, Konsumen, dan Masyarakat Luas 1. Bagi Organisasi – Memperluas pasar hingga mencakup pasar nasional dan pasar global, sehingga perusahaan bisa menjangkau lebih banyak pelanggan, memilih pemasok terbaik, dan menjalin relasi dengan mitra bisnis yang dinilai paling cocok – Menekan biaya menyusun, memproses, mendistribusikan, menyimpan, dan mengakses informasi berbasis kertas – Memungkinkan perusahaan mewujudkan bisnis yang sangat terspesialisasi.

Macam-macam E-Commerce:

1. B2B ( Bussines to Bussines ) B2B adalah transaksi secara elektronik antara entitas atau obyek bisnis yang satu ke obyek bisnis lainnya, dapat disimpulkan B2B adalah : – Disebut juga transaksi antar perusahaan – Transaksinya menggunakan EDI dan email untuk pembelian barang dan jasa, informasi & konsultasi – Digunakan untuk pengiriman dan permintaan proposal bisnis. EDI (Electronic Data Interchange) sebenarnya adalah sebuah metode pertukaran dokumen bisnis antar aplikasi komputer – antar perusahaan/instansi secara elektronis dengan menggunakan format standar yang telah disepakati. Contoh: GlobalMarket GlobalMarket Group adalah sebuah perusahaan perdagangan internasional pemasaran. Sekarang dengan lebih dari 30 kantor lapangan serta staf dari 1.000, perusahaan berkomitmen untuk mendirikan GMC (Global Produsen Sertifikat) Masyarakat, di mana manufaktur Cina yang berkualitas didirikan dan dapat berdiri di antara sisanya. Dengan mengikuti pameran global, penawaran marketing dan memberikan solusi sourcing, jembatan pasar global kesenjangan antara pembeli global dan produsen GMC.

2. B2C (Bussines to Consument ) B2C adalah kegiatan E-businesses dalam pelayanan secara langsung kepada konsumen melalui barang atau jasa. Dengan penjualan langsung di internet dan pemesanan dapat langsung dilakukan oleh konsumen karena biaya sudah tercantum. kelebihan dari B2C adalah sebagai berikut: – Disebut dengan transaksi pasar – Konsumen mempelajari produk yang ditawarkan melalui publikasi – Membeli dengan electronic cash & sistem secure payment – Meminta agar barang dikirimkan Contoh perusahaan yang menerapkan konsep B2C adalah Bhinneka.com yang konsep pemasarannya pada bidang usaha: Total IT Solution Spesialis dalam Komputer & Software Distribution

3. C2C ( Consumer to Consumer ) C2C adalah model e-commerce yang menjamur di Indonesia saat ini. Contoh dari C2C adalah iklan baris dan toko-toko buku online dadakan (dimiliki oleh individu yang umumnya memanfaatkan layanan blog gratis seperti blogspot). C2C terjadi seorang individu melakukan penjualan produk/jasa langsung kepada individu lainnya.

Tokopedia dilengkapi dengan mesin pencari(search engine) yang akan memudahkan pencarian barang yang diinginkan, dan terdapat juga fitur direktori yang dapat dimanfaatkan sebagai catalog belanja. Tokopedia bekerjasama dengan agen pengiriman besar di Indonesia yang mempermudah untuk memeriksa status pengiriman barang. Tokopedia sendiri menjelaskan di situs mereka bahwa keuntungan bagi pembeli dengan pembayaran yang unik adalah proses verifikasi pembayaran yang instan, yang memungkinkan penjual lebih cepat menerima order dan barang yang dijual bisa lebih cepat sampai ke pembeli. Sedangkan untuk penjual, keuntungan yang ditawarkan adalah perluasan pasar pada para pengguna unik ini yang ingin membeli di berbagai merchant Tokopedia. Pilihan pembayaran baru selain yang sudah ada ini ingin memberikan transaksi online yang lebih cepat dan mudah. Situs ini beralamat di: PT Tokopedia Rukan Permata Senayan E8 Jl. Tentara Pelajar, Kebayoran Lama Jakarta Selatan 12210 Indonesia Apa saja yang dijual? (based on directory/catalog)  Latest Dink It! Health & Beauty , Clothing & Fashion , Accessories & Jewelry , Mobile Phones & Tablets , Notebooks & Accessories , PC & Accessories , Home & Office , Gifts & Stationery , Electronics , Baby , Toys & Hobbies , Otomotif , Foods & Beverages , Sports , Books , Softwares , Movies, Music & Games , Everything Else

Mengapa belanja di Tokopedia?

1. Pilihan barang lebih banyak Tokopedia diibaratkan sebagai sebuah mal, yang memungkinkan setiap pengguna membuka toko-online mereka dengan mudah bahkan gratis. Pilihan barang yang tersedia pun menjadi lebih variatif dengan adanya keberagaman ini.

2. Lebih aman Berbagai sarana penunjang dan sistem terpadu yang dimiliki Tokopedia mampu meminimalisir kekhawatiran Anda. Takut kartu kredit Anda disalahgunakan? Seluruh transaksi yang dilakukan di Tokopedia menggunakan transfer antar-rekening bank. Khawatir akan terjadinya penipuan? Rekening yang digunakan adalah rekening milik Tokopedia sebagai escrow-account

3. Mudah mencari barang yang diinginkan Tokopedia dilengkapi dengan mesin pencari yang akan memudahkan pencarian barang yang Anda inginkan. Gunakan juga fitur direktori yang dapat dimanfaatkan sebagai katalog belanja Anda.

4. Tracking Order Tokopedia terintegrasi dengan agen pengiriman besar di Indonesia yang mempermudah Anda untuk memeriksa status pengiriman barang Anda.

5. Komunitas jejaring sosial Tokopedia adalah mal online berbasis komunitas. Manfaatkan fitur-fitur yang dikembangkan untuk komunitas, seperti Talk About It untuk melihat produk apa yang sedang happening saat ini, dan Review untuk melihat kualitas produk dan reputasi dari para penjual.

6. Banyak beragam even menarik Secara berkala, Tokopedia mengadakan event-event menarik mulai dari menyediakan highlight barang-barang dengan potongan harga, hingga mengadakan event-event berhadiah

Teknik marketingnya: Tokopedia melakukan pembakuan nama domain dengan format http://namatoko.tokopedia.com, yang menurun juga ke tautan produk-produknya menjadi http://namatoko.tokopedia.com/product.pl?id-product. Dengan pembakuan tersebut toko-toko yang tidak memakai domainnya sendiri akan lebih terasa branding- nya. Untuk memicu pertumbuhan toko-toko, Tokopedia menerapkan directory toko yang diurutkan berdasarkan volume penjualan. Selain itu diperkenalkan juga featured shop yang akan mendapat spot khusus di halaman depan maupun directory, tapi sayangnya tidak (belum?) ada ketentuan baku mengenai pemilihan featured shop ini. Kemudian Tokopedia juga mengklaim telah mengembangkan SEO mereka sehingga diharapkan halaman-halaman toko maupun produk akan sering muncul dalam hasil pencarian lewat mesin pencari. Penjual bisa melakukan promosi barang-barang secara bergantian untuk dipajang di halaman 1 Tokopedia. Caranya penjual bisa melakukan Klik tombol Dink It, yang disediakan. Barang yang di-Dink it, akan ditampilkan di halaman 1, selama satu jam. Penjual hanya bisa melakukan Dink it ini untuk satu jenis barang. Proses Dink it bisa dilakukan lagi oleh penjual yang sama setelah 2 jam kemudian. Bisa dengan barang yang sama atau barang yang lain. Setelah memiliki bintang dalam jumlah tertentu sehingga bisa masuk daftar sebagai Featured Shop, penjual bisa mengikuti event-enent bazar yang digelar Tokopedia secara berkala. Namanya bazar maka barang yang diikutkan dalam bazar tersebut harganya harus didiskon. Barang yang diikutkan dalam bazar akan dipajang di halaman 1 Tokopedia. Produk-produk yang dipajang di Tokopedia, bisa langsung dilinkkan ke wall Facebook dan Twitter penjual. Caranya sangat gampang. Tinggal Klik logo Facebook dan Twitter lalu isi sandi masuk dan ijinkan Tokopedia bertaut dengan Facebook atau Twitter, maka secara otomatis produk akan diupload di dinding akun penjual. Segmen pasar: Menentukan kebutuhan pokok dari pembeli yang akan dilayani dan dipenuhi.Memilih kelompok pembeli tertentu sebagai sasaran dalam penjualan. Menentukan produk dan program pemasarannya. Mengadakan penelitian pada konsumen untuk mengukur, menilai dan menafsirkan keinginan, sikap serta tingkah laku mereka. Menentukan dan melaksanakan strategi yang paling baik, apakah menitikberatkan pada mutu yang tinggi, harga yang murah atau model yang menarik. memberikan kepuasan secara optimal kepada konsumen, serta dalam suatu upaya yang terkoordinir untuk memberikan kepuasan kepada konsumen sehingga tujuan dapat tercapai.

Kelebihannya: Proses transaksi antara penjual dan pembeli lebih aman karena setiap proses mengharuskan penjual dan pembelinya untuk melakukan konfirmasi, mulai dari konfirmasi pembayaran, konfirmasi pengiriman hingga konfirmasi bahwa barang telah diterima. Banyak cara untuk melakukan promosi yang tidak membutuhkan biaya, mulai dari website gratis, search engine organizer,komunitas jejaring sosial hingga berbagai event yang diadakan oleh tokopedia untuk membantu membernya promosi. Jenis barang yang beragam, tokopedia adalah kumpulan beragam toko online yang menjual berbagai macam barang. Kekuranganya: karena sistem yang digunakan tergolong masih baru, penjual masih banyak yang tidak mengikuti aturan untuk mengirim barang terlebih dahulu setelah pembeli mengirimkan uang ke pihak tokopedia, karena masih memegang prinsip tidak ada uang, tidak ada barang-barang yang dijual belum lengkap, dan tokpedia juga belum menerima etalase barang yang harganya 10juta keatas.

KESIMPULANNYA:

disaat kita mencari barang/kebutuhan tetapi kita tidak sempat meluangkan waktu, kita dapan melakukan belanja online. selain memudahkan kita mencari barang yang kita butuhkan, kita juga bisa sambil bersantai dirumah sambil melihat/mencari kebutuhan kita. tetapi kita harus sudah mengetahui seberapa terpercayanya toko online yang akan kita kunjungi. pada jaman sekarang banyak oknum yang menyalahgunakan kecanggihan teknologi. tapi sejauh ini saya berbelanja di tokopedia, mall online ini selalu memberikan pelayanan yang memuaskan, dan selalu terpercaya. kecanggihan teknologi saat ini janganlah kita sia-siakan. selagi bisa, kenapa tidak?

sekian dari saya, Terimakasih.

Information Technology Infrastructure Library (I.T.I.L)

ITIL atau Information Technology Infrastructure Library  ITIL-urladalah suatu rangkaian dengan konsep dan teknik pengelolaan infrastruktus, pengembangan, serta operasi Teknologi Informasi (TI). ITIL diterbitkan dalam suatu rangkaian buku yang masing-masing membahas suatu topik pengelolaan (TI). Nama ITIL dan IT Infrastructure Library merupakan merk dagang terdaftar dari Offic Of Government Commerce (OGC) Britania Raya. ITIL memberikan deskripsi detil tentang beberapa praktik (TI) penting dengan daftar cek, tugas, serta prosedur yang menyeluruh yang dapat disesuaikan dengan segala jenis organisasi (TI).
Walaupun dikembangkan sejak dasawarsa 1980-an, penggunaan ITIL baru meluas pada pertengahan 1990-an dengan spesifikasi versi keduanya (ITIL v2) yang paling dikenal dengan dua set bukunya yang berhubungan dengan ITSM (IT Service Management), yaitu Service Delivery (Antar Layanan) dan Service Support (Dukungan Layanan).
Pada awalnya ITIL adalah serangkaian lebih dari 40 buku pedoman tentang pengelolaan layanan IT yang terdiri dari 26 modul. Perpustakaan besar pertama ini juga dikenal sebagai ITIL 1.0. Antara 2000 dan 2004 disebabkan oleh peningkatan pelayanan yang berkesinambungan dan adaptasi terhadap situasi saat ini dalam lingkungan (TI) modern ITIL 1.0 di rilis besar dan digabungkan menjadi delapan inti manual: ITIL 2.0. Pada awal musim panas 2007 ITIL 3.0 diterbitkan. Ini didirikan struktur yang sama sekali baru. Ini terdiri dari tiga bidang utama:

* ITIL Core Publikasi
* ITIL Pelengkap Bimbingan
* ITIL Web Support Services

2). Pada 30 juni 2007, OGC (Office Of Government Commerce) menerbitkan versi ketiga ITIL (ITIL v3) yang intinya terdiri dari lima bagian dan lebih menekankan pada pengelolaan siklus hidup layanan yang disediakan oleh Teknologi Informasi. Kelima bagian tersebut adalah:

  1. Service Strategy

Inti dari ITIL Service Lifecycle adalah Service Strategy.

Service Strategy memberikan panduan kepada pengimplementasi ITSM pada bagaimana memandang konsep ITSM bukan hanya sebagai sebuah kemampuan organisasi (dalam memberikan, mengelola serta mengoperasikan layanan TI), tapi juga sebagai sebuah aset strategis perusahaan. Panduan ini disajikan dalam bentuk prinsip-prinsip dasar dari konsep ITSM, acuan-acuan serta proses-proses inti yang beroperasi di keseluruhan tahapan ITIL Service Lifecycle.

Topik-topik yang dibahas dalam tahapan lifecycle ini mencakup pembentukan pasar untuk menjual layanan, tipe-tipe dan karakteristik penyedia layanan internal maupun eksternal, aset-aset layanan, konsep portofolio layanan serta strategi implementasi keseluruhan ITIL Service Lifecycle. Proses-proses yang dicakup dalam Service Strategy, di samping topik-topik di atas adalah:

  • Service Portfolio Management
  • Financial Management
  • Demand Management

Bagi organisasi TI yang baru akan mengimplementasikan ITIL, Service Strategy digunakan sebagai panduan untuk menentukan tujuan/sasaran serta ekspektasi nilai kinerja dalam mengelola layanan TI serta untuk mengidentifikasi, memilih serta memprioritaskan berbagai rencana perbaikan operasional maupun organisasional di dalam organisasi TI.

Bagi organisasi TI yang saat ini telah mengimplementasikan ITIL, Service Strategy digunakan sebagai panduan untuk melakukan review strategis bagi semua proses dan perangkat (roles, responsibilities, teknologi pendukung, dll) ITSM di organisasinya, serta untuk meningkatkan kapabilitas dari semua proses serta perangkat ITSM tersebut.

  1. Service Design

Agar layanan TI dapat memberikan manfaat kepada pihak bisnis, layanan-layanan TI tersebut harus terlebih dahulu di desain dengan acuan tujuan bisnis dari pelanggan. Service Design memberikan panduan kepada organisasi TI untuk dapat secara sistematis dan best practice mendesain dan membangun layanan TI maupun implementasi ITSM itu sendiri. Service Design berisi prinsip-prinsip dan metode-metode desain untuk mengkonversi tujuan-tujuan strategis organisasi TI dan bisnis menjadi portofolio/koleksi layanan TI serta aset-aset layanan, seperti server, storage dan sebagainya.

Ruang lingkup Service Design tidak melulu hanya untuk mendesain layanan TI baru, namun juga proses-proses perubahan maupun peningkatan kualitas layanan, kontinyuitas layanan maupun kinerja dari layanan.

Proses-proses yang dicakup dalam Service Design yaitu:

  1. Service Catalog Management
  2. Service Level Management
  3. Supplier Management
  4. Capacity Management
  5. Availability Management
  6. IT Service Continuity Management
  7. Information Security Management
  1. Service Transition

Service Transition menyediakan panduan kepada organisasi TI untuk dapat mengembangkan serta kemampuan untuk mengubah hasil desain layanan TI baik yang baru maupun layanan TI yang dirubah spesifikasinya ke dalam lingkungan operasional. Tahapan lifecycle ini memberikan gambaran bagaimana sebuah kebutuhan yang didefinisikan dalam Service Strategy kemudian dibentuk dalam Service Design untuk selanjutnya secara efektif direalisasikan dalam Service Operation.

Proses-proses yang dicakup dalam Service Transition yaitu:

  1. Transition Planning and Support
  2. Change Management
  3. Service Asset & Configuration Management
  4. Release & Deployment Management
  5. Service Validation
  6. Evaluation
  7. Knowledge Management
  1. Service Operation

Service Operation merupakan tahapan lifecycle yang mencakup semua kegiatan operasional harian pengelolaan layanan-layanan TI. Di dalamnya terdapat berbagai panduan pada bagaimana mengelola layanan TI secara efisien dan efektif serta menjamin tingkat kinerja yang telah diperjanjikan dengan pelanggan sebelumnya. Panduan-panduan ini mencakup bagaiman menjaga kestabilan operasional layanan TI serta pengelolaan perubahan desain, skala, ruang lingkup serta target kinerja layanan TI.

Proses-proses yang dicakup dalam Service Transition yaitu:

  1. Event Management
  2. Incident Management
  3. Problem Management
  4. Request Fulfillment
  5. Access Management
  1. Continual Service Improvement

Continual Service Improvement (CSI) memberikan panduan penting dalam menyusun serta memelihara kualitas layanan dari proses desain, transisi dan pengoperasiannya. CSI mengkombinasikan berbagai prinsip dan metode dari manajemen kualitas, salah satunya adalah Plan-Do-Check-Act (PDCA) atau yang dikenal sebagi Deming Quality Cycle

3. Sebuah perusahaan yang mengimplementasi ITIL secara nyata tentunya mendapat banyak sekali keuntungan, misalnya, pelayanan IT menjadi lebih fokus kepada departemen lainnya di dalam satu perusahaan, biaya lebih efisien dan dapat diatur dengan baik, serta perubahan-perubahan IT yang dapat lebih mudah untuk diatur, dan masih banyak keuntungan lainnya yang pada akhirnya akan berdampak pada income perusahaan itu sendiri.

4. framework ITIL dikembangkan sejak 1980-an oleh Office of Government Commerce (Departemen Perdagangan) Inggris sebagai guidance bagi organisasi/perusahaan di sana. Pertengahan 1990-an, ITIL diakui dunia menjadi standar de facto di bidang service management. ITIL menyediakan sekumpulan best practice yang lengkap dan konsisten untuk ITSM, serta mempromosikan pendekatan kualitas untuk mencapai efektivitas dan efisiensi organisasi dalam penggunaan sistem informasi. ITIL mencakup 8 aspek, yakni: dukungan layanan,  delivery, rencana pengembangan,  manajemen infrastruktur TI, manajemen aplikasi, perspektif bisnis, manajemen sekuriti, dan manajemen aset software.
Saat ini ITIL telah memiliki paket materi dan menyediakan kursus pelatihan, ujian dan sertifikasi. Sebagai sebuah framework, ITIL telah memasuki versi terbaru, yaitu ITIL V3 – Service Life Cycle.

5. Menurut Santosh Nair, Direktur Birlasoft, sebelumnya Birlasoft menggunakan beragam perangkat help desk. Hanya saja, perangkat itu fungsinya terbatas. Semisal, tidak cocok (compliant) dengan proses ITIL; fitur IT Asset Management tidak tersedia sehingga sulit melacak aset;  tidak ada fitur untuk persetujuan proses; keterbatasan dalam hal Service Level Agreement ataupun Change Management;  tidak ada mesin alur kerja untuk mengotomasi proses; hingga terbatasnya  fungsi pelaporan dan notifikasi e-mail. “Semua itu menyebabkan banyak kerja manual, informasi pengguna tidak terlacak secara akurat, kesulitan untuk cocok dengan ITIL dan lisensi software. Akibatnya, ada ketidakpuasan dari para pelanggan dan staf administrasi TI,” ungkap Nair

http://www.google.co.id

http://www.ciosociety.com/?p=684

http://www.kulinet.com/baca/itil-sebagai-audit-kontrol-kualitas-pelayanan-it/1073/

id.wikipedia.org/wiki/ITIL

TEORI ORGANISASI UMUM

KATA PENGANTAR

 

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan Makalah Teori Organisasi Umum, mengenai Tipe, Bentuk, Struktur dan Skema Organisasi.

Adapun makalah ini telah kami usahakan semaksimal mungkin dan tentunya dengan bantuan berbagai pihak, sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami tidak lupa menyampaikan banyak terima kasih kepada pihak yang telah membantu kami dalam pembuatan makalah ini.

Memang makalah ini masih jauh dari sempurna, maka kami mengharapkan agar kesalahan yang terdapat dalam makalah ini bisa dimaklumi karena kami masih terus belajar untuk membuat makalah agar lebih sempurna. Dan juga makalah ini, semoga dapat bermanfaat bagi kami dan yang membacanya, sehingga, menambah wawasan dan pengetahuan tentang makalah ini.

Namun tidak lepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa ada kekurangan baik dari segi penyusun bahasanya maupun segi lainnya. Oleh karena itu dengan lapang dada dan tangan terbuka kami membuka selebar-lebarnya bagi pembaca yang ingin memberi saran dan kritik kepada kami sehingga kami dapat memperbaiki makalah ini.

Jakarta, 10 November 2015

Penyusun

DAFTAR ISI

 

 

KATA PENGANTAR…………………………………………………………………………        1

DAFTAR ISI…………………………………………………………………………………….          2

BAB I PENDAHULUAN……………………………………………………………………..      3

            1.1 Latar Belakang  ……………………………………………………………….. 3

1.2 Rumusan Masalah …………………………………………………………….        3

1.3 Tujuan Penulisan………………………………………………………………. 4

BAB II PEMBAHASAN ……………………………………………………………………..5

            2.1 Pengertian Organisasi………………………………………………………….5

2.2 Tipe atau Bentuk Organisasi…………………………………………………5

2.3 Struktur atau Skema Organisasi.………………………………………….14

BAB III PENUTUP ……………………………………………………………………………          17

            3.1 Kesimpulan .……………………………………………………………………..          17

DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………………………          18       

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Struktur Organisasi adalah keseluruhan dari tugas-tugas yang dikelompokkan ke dalam fungsi-fungsi yang ada sehingga merupakan suatu kesatuan harmonis, yakni diarahkan dan dikembangkan secara terus menerus pada suatu tujuan tertentu menuju kondisi optimal. Struktur suatu organisasi digambarkan dalam bentuk suatu skema organisasi atau organigram, yaitu suatu lukisan grafis yang menjelaskan berbagai hubungan organisatoris, baik vertikal maupun horizontal, terbagi antar bagian maupun antar individu. Dengan kata lain, organigram memberikan gambaran tentang struktur personalia, yakni penempatan individu-individu pada posisi-posisi yang ada dalam suatu organisasi. Hal ini dimasukkan untuk menentukan siapa-siapa yang memegang tampuk pimpinan, apa dan kepada siapa tugas, wewenang, tanggung jawab, serta posisi diberikan.

Penyusunan struktur organisasi perlu dilandasi oleh ide dan imajinasi yang memungkinkan berkembangnya diri individu yang akan menangani permasalahan organisasi. Analisis faktor-faktor relevan yang berpengaruh terhadap pengaturan rumah tangga perusahaan secara efektif dan efisien, akan melahirkan teori-teori, yang didasarkan pada hipotesis kerja tertentu yang berkenaan dengan pelaksanaan yang efektif dan efisien dari kegiatan organisatoris, termasuk didalamnya mengenai “ perilaku manusia “ dalam organisasi. Teori-teori itu dapat dikelompokkan kedalam konsep-konsep dan cara pendekatan yang berkenaan dengan struktur ( bentuk organisasi ) dan proses-proses ( tata kerja organisasi ).

Struktur menggambarkan kaitan antarorgan dalam suatu organisasi, sedangkan proses menggambarkan kumpulan tahap-tahap kegiatan yang teratur dan saling memiliki ketergantungan. Secara garis besar teori organisasi klasik (tradisional) dan teori organisasi modern. Pada hakikatnya perbedaan antara kedua teori organisasi tersebut tidak terletak pada struktur atau bentuk organisasinya, namun secara hakiki terletak pada sudut pandang mengenai “Perilaku Manusia” dalam organisasi dimana dalam teori organisasi modern, “Kepemimpinan” dapat diterapkan sebaik-baiknya.

Dalam pendekatannya, teori klasik lebih bersifst struktural dan memiliki ciri-ciri tekhnik ekonomis dimana individu akan selalu berusaha memuaskan kebutuhannya secara rasional atau yang secara ekonomis dapat dipertanggung jawabkan. Oleh karena itu, perilaku individu dalam organisasi hanya akan dipengaruhi oleh “Stimulus financial” (Imbalan materi). Jadi, nilai perilaku individu dalam organisasi ditentukan oleh balas jasa upah yang diterimanya ( Individu diibaratkan sebagai “mesin yang berpikir”).

Pada teori klasik, sistem pengupahan yang adil didasarkan kepada besaran produk yang dihasilkan, dapat diukur dan dapat dihitung secara nyata dan ditujukan bagi kepentingan terpenuhinya kebutuhan individu maupun organisasi (bersifat harmonis). Hal ini berarti, makin besar prestasi yang dicapai makin besar upah yang diperoleh para pekerja.

Berdasarkan struktur organisasi dapatlah dibedakan berbagai stel-stel organisasi yang merupakan pola dasar organisasi. Namun, dalam penerapannya pola ini jaraang atau tidak dianut secara murni, melainkan merupakan sesuatu kombinasi dan secara evolusi senantiasa mengalami perubahan didasarkan pada “kondisi objektif” yang dihadapi oleh organisasi tersebut.

1.2 RUMUSAN MASALAH

  1. Pengertian Organisasi?
  2. Bagaimana tipe atau bentuk pada organisasi?
  3. Bagaimana struktur atau skema pada organisasi?

1.3 TUJUAN MASALAH

  1. Untuk mengetahui pengertian Organisasi.
  2. Untuk mengetahui Tipe atau Bentuk pada Organisasi.
  3. Untuk mengetahui Struktur atau Skema pada Organisasi.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Organisasi

Organisasi adalah hasil dari penciptaan kerjasama yang efisien antara orang dan alat-alat untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Dalam pengertian yang lebih modern, organisasi memiliki makna sebagai keseluruhan hubungan diantar orang-orang yang secara disadari atau tidak, disengaja atau tidak, bekerja sama untuk memajukan kepentingan-kepentingan pribadi mereka melalui pencapaian tujuan tertentu.

2.2 Tipe atau Bentuk Organisasi

Tipe Organisasi Didefinisikan sebagai mekanisme-mekanisme formal organisasi yang sudah diolah. Struktur ini terdiri dari unsur spesialisasi kerja, standarisasi, koordinasi, sentralisasi atau desentralisasi dalam pembuatan keputusan dan ukuran satuan kerja. Pada saat ini Tipe atau Bentuk Organisasi terdapat 6 bentuk organisasi yang perlu diperhatikan.

  • ORGANISASI GARIS

Organisasi garis (hierarki) yang di pelopori H.Fayol merupakan stelsel organisasi yang tertua. Ciri khas struktur organisasi ini ialah pelaksanaan perintah berjalan secara vertical mengikuti garis instruksi dari atas ke bawah. Dalam hal ini, setiap perintah di salurkan melalui garis, yang secara keseluruhan membentuk garis fungsionaris.

Pada kenyataannya, pengaturan yang demikian memang amat memadai dalam penyusunan jenjang kegiatan organisasi dan oleh karenanya sering menjadi dasar bagi pengaturan organisasi yang lainnya; Bentuk bagannya seperti terlihat pada gambar 2.1 berikut ini.

 

PELAKSANA

Gambar 2.1  Bagan organisasi garis(hierarki)

Ciri – ciri utama Organisasi garis adalah :

  • Adanya kesatuan pimpinan, yang berarti setiap partisipan dalam organisasi di pimpin oleh seorang pemimpin yang berada langsung di atasnya;
  • Adanya hierarki kekuasaan yang jelas, yang berarti setiap individu dalam organisasi adalah pemimpin dari tenaga kerja yang berada di bawahnya, dan menjadi pelaksana terhadap atasannya.

Susunan hierarki kekuasaan ini akan menimbulkan masalah delegasi serta pengaturan yang berkaitan dengan tugas, wewenang, dan pertanggungjawaban. Delegasi adalah”Pelimpahan tugas(wewenang dan tanggung jawab)kepada individu – individu yang ada di bawahnya”, wewenang adalah “Hak atau kekuasaan untuk melaksanakan suatu tugas tertentu, yang di peroleh baik secara hokum, kekuasaan, pengetahuan, ataupun pengalaman”. Pada batas – batas tertentu, dalam suatu wewenang terkandung kesempatan untuk mengembangkan inisiatif atau dengan kata lain individu dapat mengambil suatu tugas yang akan di laksanakan. Pertanggung jawaban berarti dapat dimintai tanggung jawab, dengan kata lain dapat memberikan pembenaran diri atas perbuatan atau situasi yang telah di ciptakannya.

Kaitan diantara delegasi, wewenang, dan tanggung jawab dapat terlihat pada gambar 2.2 berikut ini.

Garis Kekuasaan(Wewenang)                                   Garis Pertanggungjawaban

  •                                                                                         –
  •                                                                                          –
  •                                                                                          –
  •                                                                                          –
  •                                                                                          –

(Delegasi)                                                                        (tanggung jawab)

Gambar 2.2 Hubungan delegasi, wewenang dan tanggung jawab

Organisasi garis memiliki kebaikan-kebaikan dan kelemahan-kelemahan, yaitu sebagai berikut:

Kebaikan-Kebaikan:

  • Strukturnya sederhana, jelas , dan mudah terlihat secara menyeluruh.
  • Hierarki kekuasaannya jelas serta lebih terpusatnya pengawasan pelaksanaan tugas.
  • Adanya kejelasan pertanggung jawaban terhadap pelaksanaan tugas.
  • Pucuk pimpinan senantiasa akan memperoleh pengalaman dan pengetahuan yang menyeluruh terhadap orang yang di pimpinnya (yang paling lengkap).

Kelemahan-kelemahan:

  • Adanya persyaratan bahwa setiap perintah dan laporan (pertanggungjawaban) harus menempuh hierarki kekuasaan yang biasanya panjang, sehingga dapat menimbulkan kekakuan dan birokratisme;
  • Pimpinan yang otokratis akan mudah menghambat kegiatan-kegiatan yang inovatif dan bawahan;
  • Melimpah dan beraneka-ragamnya pekerjaan akan menimbulkan beban kerja secara berlebihan pada pucuk pimpinan;
  • Tidak adanya hubungan horizontal, akan menimbulkan kesulitan untuk melakukan koordinasi diantara setiap bagian yang setingkat. Untuk memecahkan masalah ini diadakan hubungan paralel (passerelle) yang memungkinkan terlaksananya hubungan horizonntal (secara insidental) atas sepengetahuan pucuk pimpinan.

Perlu diperhatikan disini bahwa pemusatan pengawasan oleh pucuk pimpinan memiliki keterbatasan-keterbatasan dalam “daya jangkau” dan “daya penanganan’.

Daya jangkau pemimpin melliputi para bawahan yang langsung dipimpinnya, sedangkan daya penanganan meliputi kemampuan pimpinan dalam mengarahkan para bawahannya secara efektif dan efisien. Dahulu, dalam kaitannya dengan organisasi garis ini, perhatian orang dicurahkan terutama pada dimensi horizontal yang berkenaan dengan aspek scope of control, namun dewasa ini dimensi vertikal mendapat perhatian pula berkenaan dengan sampai sejauh mana pimpinan mampu mengatur dan mempengaruhi kegiatan organisasi melalui hierarki kekuasaan yang ada. Ini berarti pencurahan perhatian pada “aspek komunikasi”.

Jelaslah disini bahwa faktor-faktor seperti volume dan sifat pekerjaan, diferensiasi atau spesialisasi kegiatan organisasi memegang peranan penting dalam memcahkan masalah keterbatasan daya penanganan. Untuk menghilangkan keterbatasan daya penanganan pimpinan, dapat dilakukan penyesuaian struktur organisasi sebagai berikut :

  • Menyisipkan satu tingkat pimpinan baru;
  • Menempatkan seorang asisten dalam hierarki kekuasaan yang berfungsi melaksanakan tugas pimpinan;
  • Memperluas struktur organisasi baik kedalam bentuk “fungsional” maupun ke dalam bentuk “garis dan staf”.

 

  • ORGANISASI FUNGSIONAL

F.W Taylor dapar dianggap sebagai penemu organinsasi fungsional yang dikenal juga dengan scientific management. Pengaturan organisasi fungsional ini dibangun oleh Taylor beranjak dari pengamatannya terhadap kelemahan-kelemahan organisasi garis yang bersifat kaku serta yang berkaitan dengan msalah daya penanganan. Tugas pimpinan menjadi terlalu luas serta mengandung keanekaragaman jenis dan nilai pekerjaan. Tidak seperti halnya Fayol, pengaturan organisasi yang dibangun oleh Taylor memusatkan pendekatannya pada pimpinan ditempat-tempat kerja (apa yang disebut shop management). Jadi, Taylor lebih memusatkan pendekatannya pada tingkat bawah organisasi dan hasil-hasil penemuan penelitian ilmiahnya dikenal dengan time and motion study (studi waktu dan gerak) dan material study (studi penggunaan bahan).

Ciri-ciri dari organisasi fungsional adalah sebagai berikut :

  • Adanya pemisahan antara pimpinan bagian perencanaan (planning) dan pelaksanaan (ditempat kerja), dengan tujuan membebaskan mandor kerja dan mandor kelompok dari pekerjaan-pekerjaan administratif.
  • Adanya hubungan langsung antara bagian perencanaan dan petugas pelaksana, sehingga setiap petunjuk dan pengarahan dapat disampaikan langsung kepada para pelaksana tanpa melalui pimpinan pelaksanaan.
  • Adanya pembagian tugas pimpinan yang berkaitan dengan pengawasan pelaksanaan pekerjan.

Sistem Taylor dapat dikategorikan sebagai diferensiasi horizontal berdasarkan fungsi-fungsi yang ada, dimana struktur organisasi deikelompokkan kedalam :

  1. Tiga orang mandor perencana yang terdiri :
  • Penyiap kerja (order of work and route lerk/OR) yang bertugas menetapkan tahap-tahap pelaksanaan kerja seperti urutan kerja, mesin-mesin, dan bahan-bahan yang diperlukan;
  • Penulis kartu kerja (instruction card clerk/IC), yang bertugas menyusun kartu-kartu instruksi (Uraian tugas) secara terinci berdasarkan rencana kerja yang telah disusun
  • Penghitung waktu dan biaya (time and cost clerk/TC) yang bertugas menetapkan biaya-biaya berdasarkan waktu kerja dan penggunaan faktor-faktor produksi.
  1. Empat orang mandor pelaksana yang terdiri dari:
  • Mandor kelompok (gangboss/GB), yang bertugas melaksanakan segala persiapan bagi kelancaran jalanannya produksi seperti mempersiapkan mesin-mesin dan penyediaan bahan-bahan;
  • Mandor pelaksana kerja (speedboos/SB), yang bertugas memimpin jalannya pekerjaan, memberikan penjelasan yang diperlukan dan terutama mengawasi kecepatan jalannya pekerjaan;
  • Inspektur (inspector/IN), yang bertugas memperhatikan kualitas produk;
  • Mandor pemeliharaan (repairboss/RB), yang bertugas memelihara dan memperbaiki peralatan pabrik.

Disamping ketujuh mandor tersebut terdapat pula mandor tata-tertib kerja (disciplinarian) yang bertugas disamping mengawasi ketertiban dan kelancaran jalannya pekerjaan, juga memberikan saran dalam penerimaan kerja. Dengan kata lain, ia berfungsi sebagai penanggung jawab umum dalam hal yang berkaitan dengan kepegawaian, baik pada bagian perencanaan maupun bagian pelaksaa, karenanya seperti terlihat pada Gambar 2.3 ia berfungsi sebagai “mediator” dari kepala bagian.

………………………………………………………….        Pelaksana

Gambar 2.3 Bagan struktur organisasi fungsional

Sistem organisasi fungsional ini menurut Taylor telah gagal dalam mengatasi kelemahan-kelemahan yang ada pada organisasi garis disebabkan oleh prinsip-prinsip analisis kerjanya lebih ditujukan untuk mengelompokkan daripada mengintegrasikan pelaksaan kerja. Memang, kegiatan perencanaan dan pelaksaan pada hakikatnya merupakan bagian tersebut dari suatu tugas tertentu, namun secara organisatoris konsekuensi yang akan dihadapi dengan memisahkan kegiatan pimpinan ke dalam tugas-tugas tertentu, pada umunya akan menimbulkan masalah koordinasi yang dulit diatasi.

Namun demikian, sistem Taylor ini telah merangsang ide-ide dalam menangani organisasi. Dalam hal pelaksaan teknis seperti penggunaan kartu-kartu instruksi, telah memeperlihatkan hasil yang memuaskan. Di sini dari bagian perencanaan para pekerja menerima kartu-kartu dimana mereka harus “mencatat” awal dan akhir pelaksaan suatu tugas tertentu dan bahan-bahan yang telah dipergunakan, yang semuanya ini akan dijadikan dasar bagi perhitungan harga pokok. Selanjutnya, dalam hal pengorganisasian kegiatan prodiksi, telah diterpakan berbagai stelsel dimana hubungan fungsional lebih jelas terlihat seperti apa yang tampakn pada gambar 2.4 .

Gambar 2.4 bagan organisasi fungsional kegiatan produksi

Kebaikan dari pengaturan organisasi fungsional adalah dimungkinkannya pembagian kerja didasarkan tingkat spesialisasi ini antara lain meliputi:

  • Tidak adanya kesatuan perintah yang mengakibatkan pengambilan keputusan dan pengawasan kurang teramati secara menyeluruh;
  • Ketidakjelasan dalam pembagian tugas secara fungsional akan menghambat kelancaran organisasi
  • Terlalu menekan inisiatif yang datang dari para pelaksana.
  • ORGANISASI GARIS DAN STAF

Agar kesatuan perintah dapat dipertahankan, serta daya penanganan pimpinan dapat diperluas, H. Emerson telah menyusun stelset organisasi garis dan staf, yakni suatu organisasi garis yang dilengkapi dengan staf ahli, yang disusun sebagai fungsionaris staf.

 

Bagan organisasi garis dan staf

Organisasi garis dan staf memiliki pula kebaikan-kebaikan dan kelemahan-kelemahan, yaitu sebagai berikut:

  • Kesatuan perintah dapat terus dipertahankan;
  • Para fungsionaris garis dapat mencurahkan perhatiannya pada beberapa aspek tertentu yang dianggap penting.

Kelemahan-kelemahannya, antara lain:

  • Tidak tertutup kemungkinan para staf ahli bertinda diluar batas kewenangan sebagai pemberi nasihat, terutama dalam menangani hal-hal yang sangat spesifik dan kompleks, akan mengakibatkan fungsionaris staf dapat berperan sebagai fungsionaris garis;
  • Ada kemungkinan nasihat-nasihat yang diberikan bersifat terlalu teoritis sehingga sulit untuk bisa diterapkan, terutama dalam kondisi dimana fungsionaris garis selalu ingin mengukuhkan otoritasnya, sehingga para staf ahli terpaksa memberian dukungan dengan menyampaikan abstraksi teoritisnya.

Untuk mengatasi permasalahan pada butir pertama diatas, disini wewenang staf dapat dialihkan menjadi wewenang fungsional terhadap fungsionaris garis. Keadaan ini terutama didorong dalam menghadapi situasi yang kompleks, dibutuhkannya pengetahuan yang spesifik yang dalam praktiknya sering terjadi bila bagian tertentu organisasi dirasakan kegunaannya oleh yang lainya (bagian personalia dan administrasi pusat). Dalam hal ini, wewenang fungsional mengandung dua aspek, yaitu:

  • Kewajiban untuk memberikan saran-saran tanpa diminta terlebih dahulu;
  • Hak untuk memberikan instruksi (yang dianggap mendesak) bagi pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan tertentu kepada individu-individu atau bagian-bagian yang tidak secara langsung berada dbawah kewenangannya, seperti adanya instruksi mengenal ketentuan untuk melaksanakan kebijakan atau cara kerja tertentu dalam rangka mencapai suatu uniformitas pelaksanaan kerja.

Perlu diperhatikan pola dalam wewenang fungsional ini, para staf hanya bertanggung jawab terhadap “mutu” dari instruksi yang diberikan dan berkaitan dengan pelaksana pekerjaan dari instruksi tersebut. Jika penggunaan wewenang fungsional ini acapkali diterapkan, maka hal ini disebut sebagai stelsel organisasi garis dan staf fungsional. Seperti terlihat pada gambar berikut:

  • SISTEM KOMITE

Sejalan dengan semakin bertambahnya permasalahan kompleksitas organisasi yang diikuti dengan bertambahnya jumlah para fungsionaris garis dan staf (fungsional), maka timbulah kebutuhan perlunya musyawarah bersama dimana situasi dan kondisi yang ada dalam stelsel-stelsel yang telah dibahas dapat diperbaiki sehingga perkembangan organisasi dapat direncanakan dengan lebih baik lagi.

Musyawarah bersama dilaksanakan dalam bentuk komite atau komisi yang bertugas membahas permasalahan organisasi, atau menentukan kebijakan dalam meghadapi situasi tertentu, baik secara periodik maupun pada masa-masa kritis atau insidentil. Komisi-komisi ini pada hakikatnya tidak merupakan stelsel yang berfungsi mandiri, namun melalui jangka waktu panjang dapat memiliki pola struktur tertentu. Komisi-komisi ini dapat berbentuk antara lain:

  • Kelompok kerja yang terdiri dari individu-individu dari berbagai fungsi organisasi untuk pengambilan keputusan bersama. Kelompok kerja ini dapat disusun secara horizontal (pada tingkat hierarki yang sama), vertikal (pada tingkat hierarki yang berbeda) ataupun kombinasi dari keduanya.
  • Kelompok studi yang dibentuk secara temporer dan bertugas meneliti masalah-masalah tertentu yang sudah diagendakan, untuk kemudian diajukan pada pimpinan dalam bentuk saran-saran.
  • Kelompok penghubung yang bertugas untuk memperbaiki dan meningkatkan koordinasi pelaksanaan pekerjaan dari berbagai bagian, misalnya komisi produk.
  • Kelompok instruksi yang bertugas menyusun kelompok-kelompok instruksi dengan maksud mempersiapkan para pegawai memasuki sistem kerja otomatisasi.
  • Kelompok pengarah atau komisi proyek yang sering ditemui jika perusahaan ingin mengubah sistem pekerjaan (otomatisasi), sistem organisasi (reorganisasi) maupun perluasan organisasi intern-ekstern

Istilah “komisi” dalam organisasi masih memiliki citra yang kurang baik, terutama akhir-akhir ini banyak orang yang menganggap pembentukan komisi hanyalah sekedar dalih untuk mengalihkan perhatian orang dari permasalahan yang sesungguhnya. Namun demikian, hal ini sangat bergantung pada apa yang diharapkan atau dituju organisasi “komisi” tersebut.

Agar sistem komisi dapat berfungsi dengan baik, ada beberapa persyaratan pokok yang perlu dipenuhi, yakni:

  • Tujuan komisi harus diuraikan dengan jelas.
  • Adanya pembatasan kelompok yang jelas.
  • Komposisi anggota kelompok harus seimbang serta jumlahnya dibatasi (5-7 orang).
  • Adanya tenaga inti yang tetap dalam kelompok.

Sistem komisi mengandung pula kebaikan-kebaikan dan kelemahan-kelemahan, yaitu sebagai berikut:

Kebaikan-kebaikannya antara lain:

  • Memperluas wawasan analisis.
  • Meningkatkan koordinasi dan kontinuitas organisasi.
  • Memberikan peluang penanganan masalah yang lebih ke integrasi.

Kelemahan-kelemahannya antara lain:

  • Adanya peningkatan biaya.
  • Terlalu banyak kompromi oleh karenanya, secara periodik efektivitas musyawarah perlu dievaluaso.
  • ORGANISASI MATRIKS

Sistem organisasi yang dibangun berdasarkan struktur komisi secara terus-menerus dikenal dengan nama “organisasi matriks” dan umumnya dijumpai pada badan-badan usaha yang memiliki beberapa satuan kegiatan produksi yang bersifat otonom. Tujuan pokok dari organisasi matriks adalah untuk memecahkan permasalahan-permasalahan yang ada dalam stelsel organisai garis sebagai akibat “langkanya” koordinasi antarbagian, terutama dalam kegiatan proses produksi.

Pada sistem matriks ini, disamping sebagaimana biasanya  secara vertikal struktur organisasi disusun berdasarkan pemilahan fungsi-fungsi yang ada (diferensiasi), juga secara horizontal diadakan jaringan hubungan tetap antar fungsionaris yang bertanggung jawab terhadap produk-produk atau proyek-proyek tertentu. Disamping itu, mudah terjalin “alih pengetahuan dan pengalaman” dari satu proyek ke proyek lain.

Dengan demikian, sistem ini memiliki bentuk seperti halnya pada model matriks ilmu pasti yang menggambarkan hubungan-hubungan sejumlah faktor tertentu yang terdapat dalam kaitan ini. Di satu pihak menggambarkan diferensiasi fungsional, dan dipihak lain terdapatnya keterlibatam para ahli dalam penanganan proyek atau produk tertentu.

Pimpinan proyek dalam melaksanakan tugasnya meminta bantuan individu-individu yang berada pada bagian fungsional (walaupun tidak seluruhnya). Dengan demikian, individu-individu tersebut yang terlihat dalam kelompok proyek ini memiliki dua atasan, yakni pimpnan proyek (diproyek) dan pimpinan fungsionaris (dibagian). Dalam hal ini kejelasan wewenang dan tanggung jawab setiap pihak sangat diperlukan agar terciptanya kelancaran kerja. Sistem matriks mengandung pula kebaikan-kebaikan dan kelemahan-kelemahan yaitu sebagai berikut:

Kebaikan-kebaikannya antara lain :

  • Adanya fleksibilitas, dimana stelsel ini dapat dengan mudah menyesuaikan diri terhadap perubahan volume kesibukan organisasi dalam mengelola proyek-proyeknya.
  • Penempatan tenaga fungsional dapat lebih terkoordinasi dengan lebih baik.
  • Proses pengambilan keputusan dapat dilaksanakan dengan cepat.
  • Pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan dan pengeluaran biaya dapat lebih terkendali.

Kelemahan utamanya adalah tidak adanya kesatuan perintah. Namun, pada hakikatnya tidak ada satu pun stelsel organisasi yang dapat berfungsi sebagai alat pemecahan masalah jika tidak didukung oleh kesiapan dan kesediaan para partisipannya.

2.3 Struktur atau Skema Organisasi

Struktur organisasi adalah sekumpulan komponen-komponen (unit-unit kerja) yang telah disusun dalam organisasi. Struktur organisasi berguna untuk menunjukkan adanya beberapa pembagian kerja dan menunjukkan bagaimana fungsi-fungsi atau kegiatan-kegiatan yang berbeda-beda agar bisa dikoordinasikan . Selain itu struktur organisasi juga menunjukkan spesialisasi-spesialisasi pekerjaan, saluran perintah dan penyampaian laporan.

Struktur Organisasi juga merupakan suatu kerangka yang menunjukkan seluruh kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk mencapai tujuan organisasi, yang berhubungan dengan fungsi, wewenang dan tanggung jawab untuk mencerminkan mekanisme-mekanisme formal pada pengelolaan organisasi

Menurut Keith Davis ada 6 bagan bentuk struktur organisasi yaitu :

1.Bentuk Vertikal

Dalam bentuk ini, sistem organisasi pimpinan sampai organisasi atau pejabat yang lebih rendah digariskan dari atas ke bawah secara vertikal.

2.Bentuk Mendatar / Horizontal

Dalam bentuk ini, saluran wewenangnya dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun atau digariskan dari kiri kea rah kanan atau sebaliknya.

3.Bentuk Lingkaran

Dalam bentuk lingkaran, saluran wewenangnya dari pucuk pimpinana sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari pusat lingkaran ke aarah bidang lingkaran.

4.Bentuk Setengah Lingkaran

Dalam bentuk ini, saluran wewenang dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari pusat lingkaran kea rah bidang bawah lingkaran atau sebaliknya

5.Bentuk Elliptical

Dalam bentuk ini, saluran wewenangnya dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah digambarkan dengan pusat Elips kearah bidang elips

6.Bentuk Piramid terbalik

Dalam bentuk ini, saluran wewenang dari pucuk pimpinan sampai dengan organisasi atau pejabat terendah digambarkan dalam susunan berbentuk piramid terbalik.

Skema atau bagan organisasi adalah suatu lukisan tentang organisasi yang dimaksudkan untuk menggambarkan susunan dari organisasi baik mengenai fungsi, bidang, tingkatan maupun rentang kendalinya.

Macam-macam Skema Organisasi:

  1. Skema Organisasi Fungsional: Dalam skema organisasi fungsional, menjelaskan tentang letak dari fungsi-fungsi tugas dalam hubungannya dengan fungsi-fungsi yang lain.
  1. Skema Organisasi Jabatan Dalam skema organisasi jabatan, menjelaskan tentang garis wewenang yang harus dianut sesuai dengan jabatan masing-masing.
  1. Skema Organisasi Nama Dalam skema organisasi nama, menjelaskan tentang garis wewenang yang harus dianut sesuai dengan nama-nama para pejabat yang bersangkutan.
  1. Skema Organisasi Nama dan Jabatan Dalam skema organisasi nama dan jabatan, menggabungkan antara masing-masing jabatan dengan masing-masing nama para pejabat dalam suatu organisasi.
  1. Skema Organisasi Struktur Dalam skema organisasi truktur, menjelaskan tingkatan jenjang antara unit-unit dalam organisasi tersebut

Berdasarkan teknik atau cara membuatnya:

  1. Skema organisasi Tegak Lurus dari atas kebawah
  2. Skema organisasi Mendatar dari kiri kekanan
  3. Skema organisasi gabungan Tegak Lurus dan Mendatar
  4. Skema Organisasi Lingkaran
  5. Skema Organisasi Gambar

 

BAB III

PEMBAHASAN

3.1 KESIMPULAN

Organisasi adalah hasil dari penciptaan kerjasama yang efisien antara orang dan alat-alat untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Dalam pengertian yang lebih modern, organisasi memiliki makna sebagai keseluruhan hubungan diantar orang-orang yang secara disadari atau tidak, disengaja atau tidak, bekerja sama untuk memajukan kepentingan-kepentingan pribadi mereka melalui pencapaian tujuan tertentu.

Tipe Organisasi Didefinisikan sebagai mekanisme-mekanisme formal organisasi yang sudah diolah. Struktur ini terdiri dari unsur spesialisasi kerja, standarisasi, koordinasi, sentralisasi atau desentralisasi dalam pembuatan keputusan dan ukuran satuan kerja.

Struktur organisasi adalah sekumpulan komponen-komponen (unit-unit kerja) yang telah disusun dalam organisasi. Struktur organisasi berguna untuk menunjukkan adanya beberapa pembagian kerja dan menunjukkan bagaimana fungsi-fungsi atau kegiatan-kegiatan yang berbeda-beda agar bisa dikoordinasikan . Selain itu struktur organisasi juga menunjukkan spesialisasi-spesialisasi pekerjaan, saluran perintah dan penyampaian laporan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Widyatmini & Izzati A, Pengantar Organisasi & Metode, Jakarta: Gunadarma, 1996.

Prof. Dr. Faisal Afiff, Spec. Lic. Prof. Dr. R. Paemeleire. L. Uytterschaut, Seluk Beluk Organisasi Perusahaan Modern, Bandung: PT Eresco, 1994.

MAKALAH TEORI ORGANISASI UMUM

TENTANG

TIPE ATAU BENTUK DAN STRUKTUR ATAU SKEMA ORGANISASI

KELOMPOK                :  4

NAMA KELOMPOK   :

  1. LULU AMALINA HIKMAH
  2. MONICCA ESTER GURNING
  3. NISSA EKO OKTAVIANI
  4. PUTRI PRISTIASILA
  5. RIZKY AMALIA IBADILLAH
  6. SHAULA AYUNING DIAN

KELAS : 2KA29

 

UNIVERSITAS GUNADARMA

2015/2016

Organisasi Sekolah

sebelum menceritakan tentang pengalaman dimasa sekolah, saya ingin menjelaskan sedikit tentang artian organisasi. Apa sih pengertian dari organisasi?

ORGANISASI merupakan sekumpulan orang-orang yang disusun dalam kelompok-kelompok, yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama, Organisasi adalah system kerjasama antara dua orang atau lebih, atau organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk pencapaian tujuan bersama, organisasi adalah struktur pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antara sekelompok orang pemegang posisi yang bekerjasama secara tertentu untuk bersama-sama mencapai tujuan tertentu.

Sewaktu saya sekolah saya mengikuti beberapa organisasi. Misalnya adalah organisasi paduan suara, OSIS, dll. Kali ini saya menceritakan tentang pengalaman saya sewaktu SMA yakni pada saat saya mengkuti organisasi OSIS. Untuk mengikuti organisasi tersebut diperlukan adanya komitmen. Pada saat itu untuk masuk dalam organisasi tersebut, kami menjalani beberapa test kelayakan. Apakah kami layak untuk bekerjasama dalam organisasi tersebut? Ada beberapa test tertulis, test IQ, dan LDK atau Latihan Dasar Kepemimpinan. Setelah mengikuti ketiga tersebut, diumumkan siapa saja yang layak untuk bergabung.

Setelah saya lulus dalam test tersebut dan masuk kedalam organisasi tersebut, saya diajarkan tentang ciri-ciri organisasi, yakni:

  1. Sebagai Wadah Atau Tempat Untuk Bekerja Sama

Organisasi adalah merupakan merupakan suatu wadah atau tempat dimana orang-orang dapat bersama untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan tanpa adanya organisasi menjadi saat bagi orang-orang unutk melaksanakan suatu kerja sama, sebab setiap orang tidak mengetahui bagaiman cara bekerja sama tersebut akan dilaksankan. Pengertian tempat di sini dalam ari yang konkrit, tetapi dalam arti yang abstrak, sehingga dengan demikian tempat sini adalah dalam arti fungsi yaitu menampung atau mewadai keinginan kerja sama beberapa orang untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam pengertian umum, maka organisasi dapat berubah wadah sekumpulan orang-orang yang mempunyai tujuan tertentu misalnya organisasi buruh, organisasi wanita, organisasi mahasiswa dan sebagainya.

  1. Proses kerja sama sedikitnya antar dua orang

Suatu organisasi, selain merupakan tempat kerja sama juga merupaka proses kerja sama sedikitnya antar dua orang. Dalam praktek, jika kerja sam atersebut di lakukan dengan banyak orang, maka organisasi itu di susun harus lebih sempurna dengan kata lain proses kerja sama di lakukan dalam suatu organisasi,mempunayi kemungkinan untuk di laksanakan dengan lebih baik hal ini berarti tanpa suatu organisasi maka proses sama itu hanya bersifat sementara, di mana hubungan antar kerja sama antara pihak-pihak bersangkutan kurang dapat diatur dengan sebaik-baiknya.

  1. Jelas tugas kedudukannya masing-masing

Dengan adanya organisasi maka tugas dan kedudukan masing-masing orang atau pihak hubngan satu dengan yang lain akan dapat lebih jelas, dengan demikian kesimpulan dobel pekerjaan dan sebagainya akan dapat di hindarkan. Dengan kata lain tanpa orang yang baik mereka akan bingung tentang apa tugas-tugasnya dan bagaimana hubungan antara yang satu dengan yang lain.

  1. Ada tujuan tertentu

Betapa pentingnya kemampuan mengorganisasi bagi seorang manajer. Suatu perencana yang kurang baik tetapi organisasinya baik akan cendrung lebih baik hasilnya dari pada perencanaan yang baik tetapi organisasi tidak baik.

KENAPA KAMI DIAJARKAN HAL TERSEBUT? Karna sebelum memulai, kita perlu mengetahui apa saja ciri dari organisasi tersebut. Karna tanpa adanya landasan itu, kami akan seenaknya saja dalam berorganisasi dan menyebabkan pepcahan.

Tidak lama kemudian kami mengadakan classmeet, perlombaan antar kelas disekolah kami. Yang sudah menjadi acara rutin turun temurun disetiap pergantiaan tahun ajaran. Kami memiliki ketua OSIS yang memimpin setiap aktivitas kami dan Guru pembimbing dari wakasek untuk membimbing kami dalam melakukan setiap kegiatan.

Dalam acara ini kami dibagikan tugas kami masing-masing. Dan ditunjuk seorang ketua pelaksana dan penanggung jawab dalam pelaksanaan acara tersebut dari awal hingga akhir. Pada acara ini saya ditunjuk sebagai bagian HUMAS. Apa sih pekerjaan utama seorang humas dalam sebuah organisasi? Itu hal pertama yang ada dibenak saya ketika mendapatkan tugas tersebut. Dan setelah mencari tahu, ternata tugas HUMAS adalah:

  1. Mengusahakan tempat pelaksanaan kegiatan perlombaan dan tempat acara kegiatan
  2. Menyampaikan informasi kepada public bila diperlukan
  3. Mempublikasikan acara yang akan dilaksanakan dengan berbagai cara-cara yang memungkinkan
  4. Penerimaan-pengertian, pemahaman
  5. Menciptakan ketertarikan

Sering kali kami melakukan rapat, didalam sekolah maupun diluar sekolah. Tapi kami lebih tertarik melakukannya diluar sekolah, karna akan menciptakan kekompakan setiap koord.bid juga kami lebih leluasa untuk berdiskusi satu sama lain. Berikut adalah foto kami pada saat melakukan rapat diluar sekolah, kami rapat dan mendiskusikan acara tersebut sambil makan disuatu tempat makan :

TOU

Setelah melakukan berbagai rapat dengan para koord bidang kepanitiaan, kami mendapatkan beberapa kendala, yakni adanya kekurangan biaya dalam pelaksanaan acara tersebut. Diperlukan kerjasama tim untuk menyelesaikan masalah tersebut. Setelah melakukan survey kami mendapatkan solusi yaitu mencari sponsor.

Salah seorang anggota panitia mengusulkan untuk membuat proposal acara terlebih dahulu, agar mudah mendapatkan kepercayaan para calonh sponsor. Kami berdiskusi dengan guru pembimbing kami, dan guru pembimbing setuju untuk diadakanya proposal permohonan sponsor untuk acara kami.

Setelah membuat proposal dan mendapatkan beberapa sponsor pendukung untuk berjalanna acara ini, acara kami pun sudah matang untuk dilaksanakan. Dan kami mengundang pemain bola timnas u-23 pada saat itu untuk memeriahkan acara classmeet antar kelas.

berikut fotonya:

IMG05632-20111213-0958IMG05631-20111213-0945

Foto tim futsal kelas sebelum melaksanakan perlombaan:

IMG_7129

Setelah berjerih payah, dan mengorbankan waktu maupun pikiran. Acara kami pun berjalan dengan sukses. Dan kami mempelajari bahwa untuk berorganisasi memerlukan banyak pengorbanan maupun komitmen. Tetapi organisasi juga memberikan kami banyak pelajaran agar dapat bekerjasama untuk mencapai sebuah tujuan.